Posko DVI Dibuka di Lokasi Longsor Cisarua KBB, Evakuasi Korban Terkendala Cuaca

Puing-puing rumah yang dihantam longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Polres Cimahi membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI) di lokasi bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), untuk mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban meninggal dunia akibat longsor.

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, pembentukan Posko DVI dilakukan sejak awal penanganan bencana dan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, menyusul banyaknya korban yang tertimbun material longsor.

“Posko DVI ini menjadi pusat penanganan korban, mulai dari evakuasi hingga proses identifikasi. Sebagian korban sudah berhasil diidentifikasi, sementara lainnya masih menunggu proses lanjutan sesuai prosedur DVI,” ujar Niko di lokasi kejadian, Sabtu (24/1/2026).

Berdasarkan data sementara, sebanyak 114 orang dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil menyelamatkan diri, delapan korban meninggal dunia telah ditemukan dan diidentifikasi, sementara 82 orang lainnya masih dalam pencarian.

Niko menjelaskan, proses identifikasi tidak berjalan mudah karena cuaca ekstrem berupa hujan deras yang terus mengguyur kawasan terdampak. Kondisi tersebut juga berdampak pada proses evakuasi di lapangan.

“Hujan yang terus turun membuat material longsor labil dan menyulitkan tim, termasuk saat melakukan evakuasi korban ke Posko DVI,” kata dia.

Terkait temuan potongan tubuh di lokasi bencana, Niko menegaskan seluruh temuan akan ditangani oleh tim DVI sesuai standar penanganan korban bencana, guna memastikan identitas korban dapat dipastikan secara akurat.

Untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi, kepolisian mengerahkan sekitar 60 personel gabungan dari Polres Cimahi dan polsek jajaran, serta mendapat dukungan tambahan dari Polda Jawa Barat. Tim pencarian juga dilengkapi dengan anjing pelacak yang sejak awal ditempatkan di lokasi kejadian.

Sementara itu, bagi warga yang selamat dan mengungsi, aparat kepolisian bersama stakeholder terkait terus memberikan pendampingan serta bantuan logistik melalui posko pengungsian yang telah disiapkan di sekitar lokasi bencana.*

Pos terkait