PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman di Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Bencana longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026) dini hari.(Darma/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kondisi aman dan terkendali. Sejumlah petugas telah diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan keandalan listrik, khususnya di area pengungsian.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi, Aryta Wulandari, mengatakan pasokan listrik untuk kebutuhan pengungsi dan dapur umum sejauh ini tidak mengalami gangguan.

“Pasokan listrik yang digunakan untuk pengungsi dan dapur umum relatif aman. Secara umum, pasokan listrik di wilayah Cisarua tetap stabil dan aman,” ujar Aryta saat ditemui di lokasi, Selasa (27/1/2026).

Sebagai langkah antisipasi, PLN juga menyiagakan satu unit genset berkapasitas 7.700 volt-ampere (VA) di lokasi pengungsian. Genset tersebut disiapkan untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik apabila terjadi peningkatan beban atau gangguan pada jaringan utama.

“Fokus kami memastikan kelistrikan di tempat pengungsian tetap terjaga. Pasokan utama masih berasal dari jaringan PLN, sementara genset kami siagakan sebagai cadangan. Termasuk untuk mendukung operasional dapur umum milik Dinas Sosial yang membutuhkan listrik untuk penerangan dan peralatan khusus seperti freezer pendingin daging,” kata Aryta.

Sementara itu, Asisten Manager Jaringan PLN UP3 Cimahi, Firman Herdani, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan investigasi teknis di lokasi bencana untuk memetakan aset kelistrikan yang terdampak longsor.

“Hasil pengecekan menunjukkan ada satu tiang listrik tegangan rendah yang terdampak di sekitar titik longsor. Namun dampaknya bersifat minor dan tidak memengaruhi pasokan listrik ke wilayah Cisarua secara keseluruhan,” ujar Firman.

Menurut Firman, jaringan tegangan menengah serta gardu distribusi berada di lokasi yang aman dan tidak masuk dalam area terdampak bencana, sehingga keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga.

PLN juga telah melakukan pendataan terhadap rumah warga pelanggan listrik yang terdampak longsor. Dari total 36 kepala keluarga (KK) yang terdampak, hanya 26 rumah yang tercatat sebagai pelanggan resmi PLN.

“Sebanyak 26 ID pelanggan tersebut merupakan pelanggan rata tanah. Artinya, bangunan rumah sudah hilang sehingga tidak memungkinkan dilakukan pemulihan jaringan. Untuk itu, data administrasi pelanggan kemungkinan akan dihapus,” kata Firman.

PLN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mendukung penanganan bencana serta menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat terdampak.*

Pos terkait