SATUMEDIA.ID – Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat masih terus dilakukan meski tim SAR gabungan telah mengevakuasi 80 kantong jenazah selama 10 hari terakhir.
Incident Commander Longsor Cisarua, Ade Zakir, menyebutkan bahwa proses pencarian belum dapat dihentikan lantaran identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) masih berlangsung.
“Jumlah kantong jenazah yang ditemukan belum tentu sama dengan jumlah korban. Ada kemungkinan satu korban berada dalam dua kantong,” kata Ade di Posko Basarnas, Senin (2/2/2026).
Menurut Ade, hingga saat ini jumlah warga sipil yang tercatat sebagai korban longsor masih berjumlah 80 orang. Namun, data tersebut masih terus disesuaikan dengan hasil identifikasi resmi dari tim DVI.
“Data warga menjadi fokus utama kami. Walaupun bodypack sudah 80, hasil identifikasi warga belum tentu sama. Ini yang terus kami perbarui,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar pada Jumat (30/1/2026), disepakati bahwa operasi pencarian diperpanjang selama satu pekan.
“Kami bersama Basarnas berkomitmen melanjutkan pencarian hingga 6 Februari,” ucap Ade.
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari itu berdampak pada 158 warga Desa Pasirlangu. Sebanyak 78 orang berhasil selamat, sementara 80 warga lainnya dilaporkan hilang dan diduga tertimbun material longsoran.
Selain warga sipil, peristiwa tersebut juga menelan korban jiwa dari unsur TNI. Sebanyak 23 prajurit TNI Marinir dikonfirmasi gugur dalam kejadian itu.*





