DPRD KBB: Gedung Baru SDN 2 Cipeundeuy Jadi Contoh Kolaborasi Pemda dan Dunia Usaha

Gedung baru SDN 2 Cipeundeuy di Kecamatan Padalarang yang dibangun oleh PT Jamafac.(Instagram Disdik KBB).**

SATUMEDIA.ID – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Nur Djulaeha menyambut positif kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam pembangunan sektor pendidikan. Salah satu contoh konkret sinergi tersebut terlihat pada pembangunan gedung baru SDN 2 Cipeundeuy di Kecamatan Padalarang oleh PT Jamafac.

Menurut Nur Djulaeha, relokasi SDN 2 Cipeundeuy melalui skema ruislag dari lahan lama ke lokasi baru memberikan dampak signifikan terhadap kualitas fasilitas pendidikan. Ia menilai gedung baru yang dibangun jauh lebih representatif dibandingkan bangunan sebelumnya.

“Lahan lama SDN 2 Cipeundeuy diruislag ke lokasi baru yang lebih luas, sehingga sekolah kini memiliki fasilitas yang jauh lebih baik,” ujar Nur Djulaeha, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, keterlibatan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan daerah, khususnya di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Dengan banyaknya perusahaan yang beroperasi di Bandung Barat, peluang kolaborasi dinilai masih sangat besar.

“Anggaran pemerintah terbatas, sehingga dukungan dunia usaha menjadi sangat penting. Di Bandung Barat ada sekitar 80 perusahaan besar, dan jika ditambah perusahaan menengah dan kecil jumlahnya bisa mencapai ribuan,” katanya.

Politisi PKS tersebut optimistis, apabila perusahaan-perusahaan turut berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas pendidikan, kondisi sekolah dengan bangunan rusak dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar.

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail meresmikan gedung baru SDN 2 Cipeundeuy pada Selasa (10/2/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana pendidikan yang aman, layak, dan representatif.

Dalam kesempatan itu, Jeje menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah, selain infrastruktur dan pengelolaan sampah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pembangunan, terutama dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar.

“Dengan sarana dan prasarana yang memadai, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” kata Jeje.

Pemkab Bandung Barat pun berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sekolah di berbagai wilayah guna mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.*

 

Pos terkait