Tanggul Jebol Picu Banjir Bandang, Bupati Bandung Minta Sungai Cisunggalah Dikembalikan ke Lebar Semula

Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau Sungai Cisunggalah yang meluap hingga menyebabkan banjir bandang di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi terdampak banjir pada Jumat (13/2/2026).(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan normalisasi Sungai Cisunggalah menjadi solusi utama dalam penanganan pascabanjir bandang yang melanda Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya.

Hal tersebut disampaikan Dadang saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir pada Jumat (13/2/2026). Ia meminta pemerintah desa segera mengembalikan lebar sungai ke kondisi awal, yakni delapan meter, guna memastikan aliran air kembali normal.

“Sungai harus dikembalikan ke lebar awalnya, delapan meter. Ini penting agar aliran air kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang,” tegas Dadang.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu juga meminta pemerintah desa berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Camat Majalaya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta instansi terkait lainnya untuk mempercepat realisasi normalisasi sungai.

Tanggul jebol picu banjir bandang

Banjir bandang yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 23.15 WIB dipicu jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah sepanjang 12 meter dengan tinggi sekitar tiga meter. Tanggul tersebut diketahui menyatu dengan tembok rumah warga.

Derasnya arus air akibat hujan lebat di wilayah hulu menyebabkan ketinggian air mencapai sekitar 120 sentimeter dan merendam permukiman warga.

Sebanyak 310 warga di RW 01 Desa Bojong terdampak bencana tersebut, mencakup tiga rukun tetangga (RT). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir menyisakan endapan lumpur tebal, sampah, serta material lainnya di permukiman dan Jalan Bojong Keusik.

“Terdata tujuh rumah mengalami kerusakan parah, sementara rumah lainnya masih dalam tahap pembersihan,” ujar Kang DS di lokasi.

Hingga Jumat, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, organisasi perangkat daerah, Forkopimcam Majalaya, relawan, dan masyarakat setempat terus melakukan kerja bakti membersihkan material sisa banjir.

Sejumlah alat berat seperti backhoe dan dump truck dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan lumpur serta material banjir ke lokasi yang lebih aman.

Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyiapkan bantuan rehabilitasi bagi delapan unit rumah yang terdampak, baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan.

Bagi rumah yang posisinya terlalu dekat dengan bantaran sungai, pemerintah akan melakukan evakuasi sementara serta memberikan bantuan biaya kontrak rumah selama proses perbaikan berlangsung.

“Kita lakukan bertahap agar perbaikan bisa maksimal, baik oleh pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya,” kata Dadang.

Selain penanganan darurat, Dadang menekankan pentingnya mitigasi bencana dan peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

Ia juga meminta desa-desa lain di Kabupaten Bandung meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah jika menemukan penyempitan atau perubahan fungsi sungai.

“Fungsi sungai harus dikembalikan sebagai aliran air yang efektif. Jangan sampai ada penyempitan yang memicu banjir,” pungkasnya.*

Pos terkait