SATUMEDIA.ID – Suasana haru menyelimuti posko Basarnas di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor resmi ditutup setelah berlangsung selama 22 hari, Sabtu (14/2/2026),
Keputusan penutupan operasi disampaikan langsung oleh SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, di hadapan tim relawan gabungan serta perwakilan keluarga korban yang sejak awal mengikuti proses pencarian.
Operasi SAR digelar pascalongsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu. Selama lebih dari tiga pekan, tim gabungan melakukan pencarian intensif di tengah kondisi medan yang berat dan cuaca yang kerap berubah.
Ade Dian mengatakan, sepanjang pelaksanaan operasi, tim SAR berhasil mengevakuasi 101 bodypack. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 korban telah berhasil diidentifikasi.
“Di hari ke-22 ini, operasi SAR di Cisarua resmi ditutup. Namun hingga penutupan, masih ada 20 jiwa yang belum ditemukan atau dinyatakan hilang,” ujar Ade Dian, Sabtu.
Ia menjelaskan, sebelum penutupan operasi dilakukan, pemerintah desa bersama Incident Commander (IC) telah memediasi keluarga korban yang anggota keluarganya belum ditemukan.
Menurut dia, langkah tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai situasi di lapangan sekaligus menyampaikan fakta hasil pencarian selama tiga pekan terakhir.
“Perwakilan keluarga korban sudah dimediasi oleh kepala desa dan IC. Basarnas bersama Pemda KBB menyampaikan kondisi sebenarnya kepada keluarga. Semoga keluarga korban dapat menerima dengan ikhlas anggota keluarga yang belum ditemukan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Basarnas juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.
“Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” tutur Ade Dian.*




