Korban Longsor Pasirlangu Melebihi Daftar Awal, Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian

Tim SAR gabungan kembali menemukan delapan jenazah korban longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih terus dilakukan meski jumlah jenazah yang dievakuasi telah melampaui daftar pencarian awal.

Hingga hari ke-11 pascalongsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026), tim SAR gabungan telah menemukan 83 kantong jenazah (body pack). Dari jumlah tersebut, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah mengidentifikasi 61 jenazah.

SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana mengatakan, dari 61 jenazah yang berhasil diidentifikasi, sebanyak 45 korban tercatat dalam daftar pencarian (DP) yang sebelumnya dihimpun oleh Incident Commander (IC).

“Daftar pencarian yang kami terima dari IC berjumlah 80 orang. Dari 61 body pack yang sudah teridentifikasi, 45 di antaranya sesuai dengan DP,” kata Ade Dian, Selasa (3/2/2026).

Ade Dian menjelaskan, jumlah temuan jenazah yang melebihi data awal pencarian merupakan dinamika yang kerap terjadi dalam penanganan bencana berskala besar. Ia menyebut, ada sejumlah korban yang teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar korban yang dilaporkan sebelumnya.

“Kondisi ini dimungkinkan karena pada saat kejadian terdapat orang-orang di luar warga setempat yang berada di lokasi terdampak longsor,” ujarnya.

Meski demikian, Ade Dian menegaskan bahwa operasi SAR tidak akan dihentikan. Berdasarkan hasil koordinasi antara SAR Mission Coordinator, Incident Commander, dan tim DVI, pencarian akan terus dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir.

“Atas arahan Kepala Basarnas selaku koordinator SAR, operasi pencarian tetap dilaksanakan sampai masa tanggap darurat selesai. Namun, daftar pencarian tidak lagi menjadi target absolut, melainkan sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Ade Dian pun meminta pemahaman semua pihak atas perubahan data yang terjadi di lapangan seiring berjalannya proses pencarian dan identifikasi korban.*

Pos terkait