Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Warga Cimahi Dibuka, Kuota 720 Orang dan Berangkat 18 Maret

Ilustrasi pelepasan mudik gratis.(Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat membuka pendaftaran program mudik gratis Lebaran 2026 bagi warga setempat. Program ini disiapkan untuk membantu masyarakat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di kampung halaman dengan perjalanan yang aman, nyaman, dan terkoordinasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan pendaftaran dibuka mulai 19 hingga 28 Februari 2026 dan dilakukan sepenuhnya secara daring. Warga dapat mendaftar langsung melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

“Masyarakat bisa mendaftar dari rumah menggunakan handphone, karena pendaftaran sudah dibuka secara online. Kami juga sudah menyebarkan informasi ini ke kelurahan dan kecamatan,” ujar Endang saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).

Adapun persyaratan pendaftaran cukup sederhana, yakni hanya melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang menunjukkan domisili di Kota Cimahi. Setelah mendaftar, data peserta akan diverifikasi oleh petugas Dinas Perhubungan. Pendaftar yang lolos seleksi akan mendapatkan konfirmasi lanjutan.

Tahun ini, Pemkot Cimahi menyiapkan dua rute perjalanan utama, yakni Cimahi–Semarang via Cirebon serta Cimahi–Solo via Yogyakarta. Rencananya, para pemudik akan diberangkatkan pada 18 Maret 2026 dari Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi di Jalan Rd. Demang Hardjakusumah.

Sebanyak 15 unit bus disiapkan untuk mengangkut hingga 720 pemudik. Setiap kartu keluarga maksimal dapat mendaftarkan empat orang. Sementara bagi peserta disabilitas, diwajibkan didampingi oleh satu pendamping selama perjalanan.

“Untuk Cimahi meluncurkan 15 bus dengan kuota mencapai 720 orang. Para pemudik juga akan dibekali makanan ringan dan minuman selama perjalanan,” kata Endang.

Menurutnya, program mudik gratis ini merupakan bentuk pelayanan sekaligus kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah warga yang melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor, yang dinilai memiliki risiko keselamatan lebih tinggi.

“Masih banyak warga Cimahi yang mudik menggunakan kendaraan roda dua. Melalui program ini, kami ingin mengurangi risiko tersebut,” tukasnya.*

Pos terkait