SATUMEDIA.ID – Polres Cimahi memetakan tiga titik rawan kemacetan atau trouble spot yang menjadi fokus pengamanan selama arus mudik Lebaran 2026.
Kapolres Cimahi Niko Nurallah Adi Putra mengatakan tiga titik tersebut berada di pertigaan Cimareme, pertigaan Tagog Apu dekat Pasar Tagog Padalarang, serta pertigaan Beatrix di Lembang.
Hal itu disampaikan saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di halaman Gedung Pelayanan BPKB Mapolres Cimahi, Kamis (12/3/2026).
Ia menyebut, tiga trouble spot yang perlu menjadi konsentrasi pengamanan yaitu pertigaan Cimareme, pertigaan Tagog Apu dekat Pasar Tagog Padalarang, dan pertigaan Beatrix di Lembang.
“Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way sepenggal berantai yang akan diterapkan secara situasional, baik pada jalur utara–selatan maupun barat–timur,” sebut Niko.
Selain itu, polisi juga mengantisipasi munculnya pasar kaget yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Menurut Niko, di wilayah Cimahi potensi hambatan bukan berasal dari pasar tumpah, melainkan pedagang yang tiba-tiba berjualan di trotoar.
“Ada beberapa lokasi seperti di Jati dan Margaasih, khususnya di sekitar TKI 3, di mana pedagang tiba-tiba muncul di trotoar,” ujarnya.
Untuk mengurai kemacetan, Polres Cimahi menyiapkan 103 personel yang dibagi dalam tiga zona, yakni zona utara (Cisarua–Lembang), zona barat, dan zona timur, masing-masing sekitar 35 personel.
Secara keseluruhan, operasi pengamanan Idulfitri ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 667 personel dikerahkan dan ditempatkan di 12 pos pengamanan dan pelayanan.
“Kami juga memprediksi gelombang awal pemudik akan mulai terjadi pada Jumat sore atau Sabtu pagi,” kata Niko.*




