SATUMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan konsep baru dalam menyambut malam takbiran Idulfitri melalui penyelenggaraan Car Free Night di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jumat (20/3/2026) pukul 20.00–22.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi upaya Pemprov menghadirkan ruang publik yang lebih ramah sekaligus mempererat kebersamaan warga ibu kota dalam merayakan Hari Raya Idulfitri.
Mengusung tema “Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain”, pusat kemeriahan akan dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitarnya. Beragam atraksi disiapkan, mulai dari Rampak Bedug, Festival 1.000 Bedug, hingga pawai obor yang melibatkan sekitar 5.000 peserta.
Tak hanya itu, pertunjukan visual modern seperti dancing fountain, lighting show, laser show, hingga flying LED show akan memeriahkan suasana malam. Sentuhan religius juga dihadirkan melalui tausiyah Ustadz Akri serta penampilan penyanyi religi Hadad Alwi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Car Free Night menjadi terobosan baru untuk memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dalam menikmati malam takbiran.
“Saya sudah menyetujui untuk kegiatan malam itu mulai pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB, kita akan mengadakan acara yang disebut dengan Car Free Night,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari inovasi bertajuk “Mudik ke Jakarta”, yang mengajak masyarakat merayakan Idulfitri dengan suasana ibu kota yang lebih terbuka, hangat, dan inklusif.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pembatasan kendaraan pribadi di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi. Kebijakan ini diterapkan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Meski demikian, akses masyarakat tetap difasilitasi melalui transportasi umum. Layanan Transjakarta dipastikan tetap beroperasi selama kegiatan berlangsung.
“Tidak diizinkan kendaraan pribadi untuk masuk, tetapi Transjakarta tetap beroperasi sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menikmati acara,” jelas Pramono.
Pemprov pun mengajak seluruh warga untuk meramaikan malam takbiran dengan tertib dan penuh kebersamaan. Momentum ini diharapkan menjadi ruang memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman Jakarta.*





