SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS memaparkan sejumlah langkah konkret pembangunan daerah, mulai dari penyediaan rumah layak huni hingga penguatan layanan kesehatan dan air bersih.
Salah satu program yang segera diluncurkan adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 5.000 unit. Program tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 13 April 2026 di Cicalengka, dengan tujuan memastikan masyarakat memiliki hunian yang layak.
Selain sektor perumahan, Pemkab Bandung juga memperkuat akses air bersih melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Di bidang kesehatan, Kang DS menyebut saat ini telah tersedia delapan rumah sakit umum daerah (RSUD) dan 62 puskesmas. Ke depan, jumlah fasilitas kesehatan ditargetkan meningkat hingga 124 unit, termasuk penambahan satu rumah sakit baru di kawasan Cimenyan pada tahun depan.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Kang DS juga menyoroti pentingnya budaya kebersihan di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Ia meminta ASN konsisten melaksanakan kerja bakti atau korve setiap Selasa dan Jumat sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap bersih.
Hal tersebut disampaikan Kang DS saat menghadiri kegiatan siraman rohani bersama KH. Sofyan Yahya di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin (6/4/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik, spiritual, sosial, dan ekonomi bagi ASN. Menurutnya, keseimbangan tersebut menjadi kunci kebahagiaan sekaligus produktivitas dalam bekerja.
“Kita harus terus memperbaiki hati. Hati yang bersih akan memancarkan aura positif dalam bekerja,” ujar Kang DS.
Ia berharap kegiatan siraman rohani ini dapat menjadi momentum bagi ASN untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, Kang DS juga mengingatkan ASN agar menjadi teladan dalam kepedulian sosial. Ia meminta setiap ASN memastikan tidak ada warga di lingkungan sekitarnya yang kelaparan.
Selain itu, Pemkab Bandung berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satunya melalui dorongan bagi PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu, serta membuka peluang PPPK penuh waktu untuk diangkat menjadi PNS sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.*





