Kemenkes Mulai Imunisasi MR bagi Tenaga Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/8/2025).(Dok.Kemenkes RI).**

SATUMEDIA.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship di seluruh Indonesia pada 10 April 2026. Program ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terpapar campak sekaligus memutus rantai penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan bahwa imunisasi ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, sebanyak 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship juga menjadi target program.

“Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak. Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” ujar Andi dikutip Senin (13/4/2026).

Berdasarkan data surveilans Kemenkes, tren kasus campak nasional menunjukkan penurunan signifikan. Pada minggu pertama 2026 tercatat sebanyak 2.220 kasus, kemudian menurun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di provinsi dengan kasus tertinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.

Pemberian imunisasi MR dilakukan di rumah sakit tempat tenaga kesehatan bekerja dengan dosis 0,5 ml secara subkutan. Ketentuan vaksinasi didasarkan pada riwayat imunisasi sebelumnya, yakni tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis tidak perlu divaksin kembali, yang baru menerima satu dosis akan mendapatkan satu dosis tambahan, sementara yang belum memiliki riwayat imunisasi diwajibkan menerima dua dosis dengan interval minimal 28 hari.

Kegiatan pencanangan program dilaksanakan serentak di enam rumah sakit perwakilan, yaitu RSUP H. Adam Malik di Medan, RSUP Dr. Mohammad Hoesin di Palembang, RS Pusat Otak Nasional di Jakarta, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta, RSUD Kota Bandung, serta RS Kemenkes Makassar CPI.

Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menyambut baik pelaksanaan program ini. Ia mengatakan bahwa rumah sakit menargetkan 160 tenaga kesehatan menerima vaksin pada hari pertama pelaksanaan.

Sementara itu, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang menyatakan kesiapan melayani 100 tenaga kesehatan dalam program tersebut. Di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, tercatat lonjakan kasus campak dibandingkan tahun sebelumnya, dengan hampir 70 pasien hingga April 2026, sebagaimana disampaikan oleh dr. Nur Aliza.

Seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, dr. Rizky, menilai vaksinasi ini penting sebagai perlindungan bagi tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan kerja.

Melalui program ini, Kemenkes berharap perlindungan terhadap tenaga kesehatan semakin optimal serta mendukung upaya pengendalian dan eliminasi campak serta rubella di Indonesia.*

Pos terkait