SATUMEDIA.ID – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng PT Energy Absolute Green X Indonesia untuk mempercepat penyediaan listrik berbasis energi terbarukan bagi koperasi desa, khususnya di wilayah terpencil yang masih kekurangan akses energi.
Kerja sama ini difokuskan pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala mikro berkapasitas hingga 0,5 Mega Watt (MW) yang akan digunakan untuk menopang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Listrik dinilai menjadi kebutuhan krusial agar aktivitas usaha koperasi dapat berjalan optimal.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi bersama Executive Chairman PT Energy Absolute Green X Indonesia Justin Joel, disaksikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan jajaran pejabat terkait.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, masih banyak desa di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang belum memiliki akses listrik memadai. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pengembangan koperasi sebagai motor ekonomi lokal.
“Operasional koperasi membutuhkan listrik yang stabil. PLTS menjadi solusi logis untuk menjawab keterbatasan akses energi di desa,” ujar Ferry dalam keterangannya yang dikutip Rabu (22/4/2026).
Menurut dia, pemanfaatan energi surya tidak hanya menjawab kebutuhan listrik, tetapi juga membuka peluang kemandirian energi berbasis masyarakat. Koperasi didorong menjadi pengelola sekaligus pengguna energi tersebut.
Kesepakatan ini mencakup penyusunan kajian pembangunan PLTS terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi, penguatan distribusi listrik di tingkat desa melalui koperasi, serta pengembangan model bisnis berkelanjutan.
Ferry berharap kerja sama ini segera direalisasikan melalui proyek percontohan (pilot project) yang dapat direplikasi secara luas di berbagai daerah. Ia menilai, model ini berpotensi mempercepat pencapaian target swasembada energi nasional sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Sebelumnya, Kemenkop juga telah menguji coba PLTS skala kecil bersama PT Pertamina New and Renewable Energy di Batam. Proyek tersebut menjadi pijakan awal pengembangan listrik berbasis koperasi.
“PLTS skala mikro ini sangat tepat untuk mendukung operasional koperasi desa Merah Putih,” katanya.
Selain memperluas akses listrik, program ini juga diharapkan berkontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui pemanfaatan energi bersih.
Sementara itu, Executive Chairman PT Energy Absolute Green X Indonesia Justin Joel menilai kerja sama ini bukan sekadar proyek energi, melainkan strategi jangka panjang membangun fondasi ekonomi masa depan.
“Koperasi memiliki potensi besar untuk mendorong transformasi energi sekaligus membuka akses investasi yang inklusif,” ujarnya.
Direktur Utama PT Energy Absolute Green X Indonesia Zulnahar Usman menambahkan, koperasi dapat menjadi motor penggerak transisi energi di tingkat akar rumput, sekaligus menarik investasi ke daerah.
Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan listrik bagi desa, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal dengan koperasi sebagai pusat aktivitas produksi dan distribusi energi.*




