Peneliti BRIN Temukan Homalomena bungamerah, Flora Endemik Langka dari Sumatra Utara

Ilustrasi Homalomena.(Instagram BRIN).**

SATUMEDIA.ID – Penemuan spesies baru Homalomena bungamerah menambah daftar panjang kekayaan flora endemik Indonesia. Tumbuhan ini ditemukan di Pulau Sumatra, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena.

Spesies anyar tersebut diungkap melalui penelitian kolaboratif sejumlah peneliti, di antaranya Muhammad Rifqi Hariri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Wendy A. Mustaqim, Arifin Surya Dwipa Irsyam, Muhammad A. Pratama, dan Irwansyah Surbakti.

Dalam publikasi ilmiahnya, tim peneliti menjelaskan bahwa Homalomena bungamerah merupakan tumbuhan litofit, yakni jenis tanaman yang tumbuh di permukaan batuan. Spesies ini ditemukan hidup pada batu granit yang lembap dan teduh di kawasan hutan dipterokarpa campuran.

Secara morfologi, tumbuhan ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari spesies lain dalam genus yang sama. Permukaan daun bagian atasnya bertekstur kasar dan berlipat. Selain itu, tidak ditemukan struktur interpistillar staminodes komponen penting pada bunga yang biasanya menjadi penanda pada spesies Homalomena lainnya.

“Kombinasi ciri morfologi yang unik, terutama pada permukaan daun dan struktur bunganya, menunjukkan bahwa spesies ini berbeda dari Homalomena lain yang telah dideskripsikan,” ujar Muhammad Rifqi Hariri dalam pernyataan tertulis,  dikutip Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan, karakter morfologi tersebut menjadi kunci dalam memastikan statusnya sebagai spesies baru. Salah satu daya tarik utama tanaman ini adalah bagian perbungaannya yang berwarna merah mencolok. Nama “bungamerah” sendiri diambil dari Bahasa Melayu, merujuk pada warna tangkai dan seludang bunganya.

Meski menjadi temuan penting, kondisi spesies ini tergolong memprihatinkan. Berdasarkan hasil kajian, Homalomena bungamerah sejauh ini hanya ditemukan di satu lokasi di Sumatera Utara dengan jumlah populasi kurang dari 100 individu dewasa.

Keterbatasan populasi, ditambah ancaman pengambilan dari alam dan degradasi habitat, membuat spesies ini dikategorikan sebagai Kritis (Critically Endangered) menurut kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Temuan ini kembali menegaskan pentingnya eksplorasi dan kajian taksonomi dalam mengungkap potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang masih belum terdokumentasi, sekaligus menjadi pengingat akan urgensi upaya konservasi.*

Pos terkait