Pemkot Cimahi Gelontorkan Rp36 Miliar, Lahan TNI Terdampak Underpass Gatot Subroto

Ilustrasi underpass.(Pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyiapkan anggaran sebesar Rp36 miliar untuk mendukung pembangunan underpass di ruas Jalan Gatot Subroto–Jalan Baros. Dana tersebut difokuskan untuk pembebasan lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi, sebagai tahap krusial sebelum pembangunan fisik dimulai.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menjelaskan bahwa pembagian kewenangan antara pemerintah daerah dan provinsi telah ditetapkan secara jelas. Pemkot Cimahi bertanggung jawab atas pengadaan lahan, sementara konstruksi fisik akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Pembagian peran telah ditetapkan, Pemkot Cimahi menangani pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” ujar Ngatiyana, Jumat (24/4/2026).

Ia mengungkapkan, lahan yang akan dibebaskan mencakup aset milik sejumlah instansi, seperti TNI, Kantor Pos, hingga PT Telkom. Seluruh kebutuhan anggaran untuk pembebasan tersebut telah dialokasikan dalam pos Rp36 miliar.

Menurut Ngatiyana, saat ini tahapan administrasi telah rampung. Pemkot tinggal menunggu proses lelang dari pemerintah provinsi agar pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai, dengan target antara Mei hingga Juni 2026.

Pembangunan underpass ini dinilai mendesak seiring meningkatnya intensitas perjalanan kereta api, termasuk operasional Kereta Feeder Whoosh. Dalam kondisi saat ini, kereta dapat melintas setiap 15 hingga 30 menit, sehingga memperbesar potensi kemacetan dan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Frekuensi kereta sangat tinggi. Kalau perlintasan sebidang dibiarkan, risikonya besar. Underpass ini menjadi solusi yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Selain untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut, proyek ini juga merupakan bagian dari upaya memenuhi regulasi pemerintah pusat terkait penghapusan perlintasan sebidang demi meningkatkan keselamatan transportasi.

Pemkot Cimahi berharap proyek strategis ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak signifikan bagi kelancaran lalu lintas serta keselamatan masyarakat.*

Pos terkait