SATUMEDIA.ID – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meninjau langsung pelaksanaan layanan Makkah Route di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Kamis (30/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses keberangkatan jemaah haji berjalan lancar dan efisien sejak dari embarkasi.
Didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, Irfan Yusuf menelusuri seluruh tahapan layanan yang telah terintegrasi dalam skema Makkah Route. Program ini memungkinkan proses keberangkatan jemaah menjadi lebih ringkas, tertata, dan nyaman.
Melalui layanan tersebut, pemeriksaan dokumen dan keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Indonesia. Dengan demikian, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang setibanya di Arab Saudi, sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat.
“Pelaksanaan Makkah Route di embarkasi ini berjalan lancar. Prosesnya tertib, cepat, dan sangat membantu jemaah, terutama dalam mengurangi kelelahan saat tiba di Arab Saudi,” ujar Irfan Yusuf dikutip dari laman Kemenhaj, Jumat (1/5/2026).
Di sela kunjungan, ia juga menyempatkan diri menyapa para jemaah yang tengah bersiap berangkat. Interaksi singkat itu menghadirkan suasana hangat di tengah proses keberangkatan yang padat.
Sementara itu, Jaenal Effendi menegaskan bahwa implementasi Makkah Route menjadi bagian penting dalam membangun sistem penyelenggaraan haji yang semakin terintegrasi dan modern.
“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan optimal, termasuk kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Harapannya, jemaah dapat merasakan proses yang lebih sederhana, tertib, dan nyaman sejak dari embarkasi hingga tiba di Arab Saudi,” katanya.
Saat ini, layanan Makkah Route telah diterapkan di sejumlah embarkasi di Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam efisiensi waktu, keteraturan proses, dan kenyamanan jemaah.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang semakin adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.*
