Dari Dana Pribadi, Bupati Bandung Wujudkan Hunian Layak bagi Korban Longsor

Bupati Bandung, Dadang Supriatna secara simbolis menyerahkan kunci dan sertifikat tanah kepada korban tanah longsor di Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan disaksikan aparat setempat dan warga sekitar, Rabu (6/5/2026).(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Duka mendalam yang sempat menyelimuti kehidupan Ato Suharto (35) dan Desi Novianti (22) perlahan berganti harapan. Pasangan asal Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan ini kini memiliki rumah layak huni setelah sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat bencana longsor pada awal Februari lalu.

Rumah tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya yang terdampak musibah. Penyerahan kunci dan sertifikat tanah dilakukan secara simbolis, disaksikan aparat setempat dan warga sekitar, Rabu (6/5/2026).

Peristiwa longsor yang terjadi beberapa bulan lalu meninggalkan luka mendalam bagi Ato dan Desi. Dua anak mereka, Aldi Alfarik (3 bulan) dan Rere Revania (5), meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran. Dalam waktu bersamaan, rumah yang mereka tempati juga rata dengan tanah.

Melihat kondisi tersebut, Dadang Supriatna yang akrab dipanggil KDS ini memutuskan untuk turun langsung membantu. Ia membelikan sebidang tanah menggunakan dana pribadi, yang kemudian dibangun menjadi rumah oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkimtan) Kabupaten Bandung.

“Waktu itu Pak Ato masih mengontrak dan belum punya rumah sendiri. Maka saya belikan tanahnya dan langsung dibangunkan rumah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi awal baru bagi keluarga,” ujar KDS.

Tak hanya menyediakan hunian, pemerintah daerah juga memberikan dukungan ekonomi. Melalui Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Bandung, Desi difasilitasi bantuan modal usaha agar dapat membuka usaha kecil di rumah barunya.

“Rencananya ingin berjualan di depan rumah, semoga bisa membantu perekonomian keluarga,” kata KDS.

Momen penyerahan rumah berlangsung haru. Ato dan Desi tampak tak kuasa menahan air mata. Bagi mereka, bantuan tersebut menjadi titik balik setelah melewati masa sulit yang berat.

“Ini benar-benar tidak kami sangka. Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang luar biasa. Rumah ini sangat berarti untuk kami memulai lagi,” ujar Desi lirih.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat kecamatan dan desa yang terus mendampingi sejak musibah terjadi.

Kini, di rumah barunya, Ato dan Desi mencoba menata kembali kehidupan. Meski kehilangan yang mereka alami tak tergantikan, kehadiran hunian dan peluang usaha memberi harapan baru untuk melangkah ke depan.*

 

Pos terkait