Cari Hewan Kurban Aman? Perhatikan Stiker ‘Sehat’ dari Dispernakan KBB

Ilustrasi hewan kurban.(Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyiapkan 10.000 stiker bertuliskan ‘Sehat’ untuk ditempel pada hewan kurban yang dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan.

Stiker tersebut menjadi penanda bahwa sapi, kambing, domba, maupun kerbau telah melalui pemeriksaan ketat dan layak dikurbankan serta aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, mengatakan pemberian stiker dilakukan sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat agar tidak khawatir saat membeli hewan kurban.

“Stiker sehat ini menjadi bukti bahwa hewan sudah diperiksa petugas dan dinyatakan layak untuk kurban,” kata Wiwin saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

Tahun ini, jumlah hewan kurban yang akan diperiksa diprediksi mencapai 11.944 ekor atau meningkat sekitar dua persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 11.710 ekor.

Ribuan hewan kurban tersebut akan tersebar di 270 titik lapak pedagang di seluruh wilayah Bandung Barat. Pasokan hewan berasal dari peternak lokal maupun kiriman dari sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan wilayah lain di Jawa Barat.

Untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat, Dispernakan KBB menerjunkan 61 petugas pemeriksa yang akan disebar di 16 kecamatan.

Pemeriksaan kesehatan atau ante mortem dijadwalkan berlangsung pada 11–26 Mei 2026. Petugas akan mengecek kondisi fisik hewan, memastikan tidak ada gejala penyakit menular, hingga memeriksa kelengkapan dokumen kesehatan.

Selain mendapatkan stiker “Sehat”, hewan yang lolos pemeriksaan juga akan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Wiwin menegaskan setiap hewan yang masuk ke wilayah KBB wajib memiliki dokumen resmi, mulai dari SKKH untuk hewan lokal, Sertifikat Veteriner antar daerah, hingga Sertifikat Karantina melalui sistem iSIKHNAS.

Tak hanya itu, para pedagang juga diminta menerapkan biosekuriti dengan menjaga kebersihan kandang dan mengisolasi hewan baru minimal 14 hari untuk mencegah penyebaran penyakit.

Dengan pengawasan tersebut, Dispernakan KBB berharap masyarakat bisa membeli hewan kurban dengan lebih tenang dan merasa aman menjelang Iduladha.

“Harapannya masyarakat semakin percaya dan nyaman karena hewan yang dibeli sudah dipastikan sehat dan layak kurban,” ujar Wiwin.*

Pos terkait