SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna resmi melepas 445 calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung yang tergabung dalam Kloter 24 dan 38 KJT di Gedung Cendrawasih Komplek Lanud Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Sabtu (9/5/2026).
“Kami berharap tahun depan ada penambahan kuota haji agar masyarakat Kabupaten Bandung yang masih waiting list bisa lebih cepat berangkat ke Tanah Suci,” kata Dadang yang akrab dipanggil KDS.
Menurutnya, keberadaan Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Kabupaten Bandung diharapkan mampu mendorong peningkatan kuota sekaligus mempercepat pelayanan bagi calon jemaah haji.
Selain soal kuota, KDS juga menaruh perhatian besar terhadap pelayanan jemaah lansia, disabilitas, dan perempuan. Keberangkatan haji tahun ini pun mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”.
Ia menyebut, dari total jemaah yang berangkat, sebanyak 80 orang merupakan lansia berusia di atas 60 tahun. Bahkan jemaah tertua tercatat berusia 92 tahun, sedangkan yang termuda berusia 14 tahun.
“Petugas haji harus terus melakukan pengawalan dan pemantauan terhadap kondisi jemaah, terutama lansia. Jika ada yang sakit, tenaga medis sudah disiapkan,” ujarnya.
KDS memastikan Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus memantau kondisi jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan dari Arab Saudi. Ia mengaku akan terus berkomunikasi dengan petugas haji, termasuk saat pelaksanaan puncak ibadah di Arafah.
“Kami ingin seluruh jemaah bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, sehat, dan kembali ke Kabupaten Bandung dengan predikat haji mabrur dan mabruroh,” katanya.
Ratusan calon jemaah haji tersebut diberangkatkan menuju Asrama Haji Indramayu sebelum terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Minggu (10/5/2026). Di BIJB Kertajati, jemaah dijadwalkan kembali dilepas oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal bersama Bupati Bandung.
Dalam kesempatan itu, KDS juga menyampaikan harapannya agar Kabupaten Bandung ke depan memiliki asrama haji sendiri. Menurut dia, keberadaan asrama haji akan membuat proses pelayanan dan keberangkatan jemaah lebih optimal.
“Kalau nanti ada asrama haji di Kabupaten Bandung, proses pelepasan dan pemberangkatan jemaah tentu akan lebih efektif dan nyaman,” ucapnya.*





