Acara Samenan di SDN Gandasari Berujung Duka, 118 Siswa dan Orangtua Keracunan

Ilustrasi keracunan (Pixabay)**

SATUMEDIA.ID – Acara perpisahan atau samenan dan kenaikan kelas di SDN Gandasari, Kampung Bojongmareme, Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berakhir duka. Pasalnya, siswa dan orang tua yang hadir pada acara tersebut mengalami keracunan massal.

Informasi dihimpun, peristiwa keracunan terjadi pada Senin (24/6/2024). Pada acara tersebut, para siswa dan orangtua mendapat konsumsi makanan nasi kotak dengan menu ayam goreng tepung.

“Di acara samenan dan kenaikan kelas para siswa dan orangtua mendapat konsumsi nasi ayam tepung,” kata Kepala SDN Gandasari, Nia Sumiati saat dikonfirmasi, Rabu (26/6/2024).

Ketika acara berlangsung tak ada satupun siswa maupun orangtuanya yang mengeluh sakit. Gejala keracunan baru terasa pada Selasa 25 Juni 2024 sekitar pukul 01.00-03.00 WIB dini hari. Mereka mengeluh sakit perut, mual dan diare.

“Ayam goreng tepung dan nasinya baru disantap sekitar pukul 12.00 WIB. Namun baru kerasa keracunan dini hari,” ucapnya.

Berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB hingga Rabu (26/6/ 2024) pukul 07.00 WIB, jumlah korban keracunan mencapai 118 orang.

Para korban sudah ditangani di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, seperti di Puskesmas Sindakerta sebanyak 99 orang, Klinik dr. Yoga sebanyak 8 orang, Klinik Sikembar 6 orang, BPM BD. Hj Eneng 1 orang, Klinik Permata Hati 1 orang dan Klinik dr. Taufik 3 orang.

Sementara dari 99 orang yang mendapatkan penanganan di Puskesmas Sindakerta sebanyak 11 orang dirujuk ke RSUD Cililin, Klinik dr. Yoga dari 8 orang sebanyak 4 orang dirujuk ke RSUD Cililin, dan Klinik Sikembar dari 6 pasien ada 1 orang yang dirujuk ke RSUD Cililin.

Terpusah, Sekretaris Dinas Pendidikan KBB, Rustiyana mengatakan, pihaknya sudah mendatangi Puskesmas Sindakerta untuk mengecek kondisi korban yang dirawat.

“Ada 66 siswa yang mengalami keracunan dari total 141 siswa dari kelas 1 sampai 6,” sebutnya.

Ia menambahkan, banyaknya korban yang mengalami keracunan karena nasi kotak ada yang dibawa ke rumah. Kemudian dikonsumsi oleh keluarganya.

Pihaknya menduga, keracunan yang dialami ratusan orang tersebut disinyalir dari nasi kotak yang diberikan saat acara kenaikan dan perpisahan siswa SDN Gandasari.

“Sehingga jumlah korbannya banyak,” ucapnya.

Pihaknya menyampaikan imbauan kepada warga yang hadir di acara samenan dan mengalami gejala keracunan untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas.

“Laporan yang saya dapat, sebanyak 99 orang yang sempat mendapat penanganan medis sudah diizinkan pulang,” ujarnya.*

Pos terkait