SATUMEDIA.ID – Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka melaksanakan penandatanganan kesepakatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), disaksikan langsung oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin.
Penandatanganan kesepakatan BBI dan BBWI dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir di area kedatangan domestik dan internasional, Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati-Kabupaten Majalengka, Selasa (25/6/2024). Acara itu sekaligus pula kegiatan Kick Off Gerakan BBI dan BBWI
“Alhamdulillah Bandung Barat termasuk salah satu dari lima daerah di Jawa Barat yang menandatangani kesepakatan BBI dan BBWI. Salah satu indikatornya, KBB seperti halnya Pangandaran termasuk daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan,” kata Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir melalui Kepala Disparbud KBB, Akhmad Panji Hernawan saat dihubungi, Rabu (26/6/2024).
Ia menambahkan, dua gerakan nasional tersebut dapat memperkuat sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di KBB. Selama ini, KBB dikenal kaya akan destinasi wisata yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung.
“Sebenarnya KBB juga memiliki kuliner dan produk UMKM yang khas. Seperti wajit Cililin yang sudah lama kesohor, maupun produk UMKM yang bisa menjadi cinderamata menarik,” ujarnya.
Melalui gerakan BBI dan BBWI, lanjutnya, menumbuhkan kebanggaan untuk mencintai destinasi wisata nasional sekaligus produk UMKM.
Menurutnya antara pariwisata dengan produk UMKM di Bandung Barat saling mendukung. Memiliki kualitas yang baik, seperti kuliner, fashion hingga kerajinan.
“Bandung Barat dengan tempat pariwisatanya yang beragam, ditunjang keindahan panorama alamnya menjadi sebuah kebanggaan. Akan sangat luar bias jika dikolaborasikan dengan produk UMKM dengan demikian ekonomi lokal juga bakal terangkat,” tuturnya.
Panji berharap, Wisatawan yang berkunjung ke Bandung Barat berharap memiliki rasa kebanggaan. Ketika pulang ke daerahnya masing-masing sambil membawa oleh-oleh menceritakan pengalamannya selama di Bandung Barat.
“Kami ingin wisatawan memiliki kebanggaan saat berkunjung ke Bandung Barat, baik terhadap keindahan destinasi maupun oleh-oleh produk lokalnya,” tukasnya.
Ia mengklaim, meski layanan penerbangan komersial dipindahkan dari Bandara Husen Sastranegara Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka namun tidak terlalu berpengaruh kepada tingkat kunjungan wisata.
“Bandung Barat diuntungkan dengan keberadaan Whoosh yang memiliki stasiun di Padalarang. Terbukti penumpang Whoosh yang turun di Padalarang cukup ramai. Di antara mereka adalah wisatawan,” tandasnya.(Diskominfotik KBB)**





