FPN Desak Prabowo Bantu Bebaskan Jurnalis dan Aktivis Kemanusian yang Ditangkap Israel

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network, Furqan AMC.(Dok.FPN).**

SATUMEDIA.ID – Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan membebaskan relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia yang ditangkap militer Israel saat mengikuti misi pelayaran bantuan menuju Gaza.

Penangkapan tersebut terjadi ketika armada Global Sumud Flotilla membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina dan disebut dicegat di perairan internasional.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo turun tangan membebaskan relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia yang ditangkap rezim Zionis Israel,” ujar Furqan dalam keterangannya.

Furqan mengecam keras tindakan Israel yang dinilai sewenang-wenang terhadap para relawan sipil dan jurnalis yang tengah menjalankan misi kemanusiaan.

“Para relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia ditangkap rezim Zionis Israel di perairan internasional. FPN mengutuk keras tindakan sewenang-wenang Israel ini,” tegasnya.

Ketua Dewan Pakar FPN, Dina Y. Sulaeman, menilai penangkapan tersebut melanggar prinsip hukum internasional.

Menurut dia, tindakan intersepsi terhadap kapal sipil di perairan internasional bertentangan dengan prinsip kebebasan navigasi sebagaimana diatur dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Selain itu, kata dia, Konvensi Jenewa juga menjamin perlindungan terhadap warga sipil, pekerja kemanusiaan, dan jurnalis dalam situasi konflik bersenjata.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyidin, mengungkapkan dua jurnalis Republika yang ikut dalam misi tersebut turut diamankan militer Israel.

Keduanya adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai.

Selain dua jurnalis tersebut, terdapat tujuh warga negara Indonesia lainnya yang ikut dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Mereka terdiri atas relawan kemanusiaan dan aktivis solidaritas Palestina.

Andi menegaskan para relawan datang bukan untuk kepentingan militer, melainkan membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.

“Mereka datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” katanya.

Berdasarkan informasi dari akun media sosial Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), berikut sembilan WNI yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut:

Bambang Noroyono (Abeng)

Thoudy Badai

Herman Budianto Sudarsono

Ronggo Wirasanu

Andi Angga Prasadewa

Aras Asad Muhammad

Hendro Prasetyo

Andre Prasetyo Nugroho

Rahendro Herubowo

Tak hanya WNI, sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara dilaporkan ikut ditangkap dalam operasi intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap armada bantuan tersebut.*

Pos terkait