Farhan Ungkap Keluhan Pedagang Ikan Hias Bandung yang Merugi Akibat Listrik Padam

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti dampak pemadaman listrik yang dialami sejumlah pelaku usaha di Kota Bandung, terutama pedagang dan pembudidaya ikan hias yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kelangsungan hidup ikan.

Farhan mengungkapkan, dirinya menerima informasi mengenai pelaku usaha ikan hias yang mengalami kerugian setelah banyak ikan mati saat terjadi pemadaman listrik. Padahal, komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

“Saya mendengar ada pengusaha ikan hias yang mengalami kerugian karena banyak ikan mati akibat pemadaman listrik. Padahal nilai ekonominya tinggi,” kata Farhan dalam pernyataannya dikutip Selasa (23/6/2026).

Menurut Farhan, gangguan pasokan listrik tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu roda perekonomian, khususnya bagi usaha yang sangat bergantung pada peralatan listrik dalam operasionalnya.

Selain usaha ikan hias, sektor lain yang dinilai rentan terdampak adalah bengkel kendaraan dan bengkel bubut yang sebagian besar aktivitas produksinya mengandalkan energi listrik.

Karena itu, Farhan berharap PLN dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap fasilitas maupun sistem pendukung untuk meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang.

“Saya berharap PLN dapat segera memperbaiki berbagai fasilitas dan sistem pendukungnya. Pemerintah Kota Bandung akan mendukung kebutuhan infrastruktur yang diperlukan PLN,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Farhan memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tetap berjalan normal. Menurut dia, Pemkot Bandung telah memiliki sistem cadangan daya (power backup) yang memadai sehingga aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Sejauh ini pelayanan pemerintah masih berjalan baik karena kami memiliki sistem cadangan daya atau power backup yang cukup baik. Selain itu, konsumsi energi juga sudah lebih efisien,” katanya.

Terkait kemungkinan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik, Farhan mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi. Namun, ia akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk mendata dampak yang dialami para pelaku usaha.

“Sampai saat ini laporan kerugian belum saya terima. Nanti saya akan berkoordinasi dengan DPMPTSP,” ucapnya.

Farhan pun mengimbau para pelaku usaha untuk mulai mempertimbangkan penggunaan sumber listrik cadangan guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.*

 

Pos terkait