Program MBG Kembali Berjalan, BGN Tinjau Distribusi Makanan Bergizi di Sejumlah Sekolah

Pada hari pertama usai libur sekolah, jajaran pimpinan BGN turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran makanan bergizi berlangsung sesuai standar, Senin (13/7/2026).(Dok.BGN).**

SATUMEDIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan mulai Senin (13/7/2026) setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) memanfaatkan masa jeda tersebut untuk melakukan sejumlah pembenahan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Pada hari pertama distribusi, jajaran pimpinan BGN turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran makanan bergizi berlangsung sesuai standar. Peninjauan dilakukan oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, serta Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama di sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta.

Wakil Kepala BGN Arumsari mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi makanan kembali berjalan lancar setelah masa penyesuaian. Selain itu, BGN juga ingin memastikan makanan diterima tepat waktu dan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan bahwa distribusi MBG kembali berjalan dengan baik setelah masa penyesuaian. Berbagai pembenahan yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima,” kata Arumsari dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (14/7/2026).

Menurut dia, berbagai pembenahan yang dilakukan selama libur sekolah diharapkan mampu meningkatkan mutu pelaksanaan Program MBG sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa dan kelompok penerima lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, BGN meninjau pelaksanaan program di sejumlah sekolah, seperti TK Trisula Perwari, SDN Paseban 09, SMP Trisula Perwari 2, SMPN 88 Jakarta, SDN 03 Lubang Buaya, SDN 11 Jakarta, SMPN 227 Jakarta, SMP Gita Kirtti 2, dan SDN Cideng 2. Pemantauan juga dilakukan di sejumlah SPPG yang tersebar di wilayah Jakarta.

Selain memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur, BGN turut menghimpun masukan dari pengelola SPPG dan pihak sekolah. Berbagai masukan tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program ke depan.

Arumsari menyebutkan, evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari sistem operasional, ketepatan waktu distribusi, koordinasi antarpelaksana, hingga kualitas pelayanan di lapangan. Seluruh hasil pemantauan akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan agar Program MBG semakin efektif dan tertib.

“Melalui kunjungan ini kami juga mencatat sejumlah hal yang perlu terus disempurnakan, baik dari sisi operasional, ketepatan waktu distribusi, koordinasi antarpihak, maupun kualitas layanan di lapangan. Seluruh masukan dan hasil pemantauan hari ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan agar pelaksanaan Program MBG semakin efektif, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat,” ujar Arumsari.

Selama masa penghentian sementara, BGN telah melakukan penguatan tata kelola serta penyempurnaan berbagai aspek operasional. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan bergizi yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.*

Pos terkait