Antre Solar Berjam-jam, Sopir Truk Meninggal di Tengah Krisis BBM Sumatera

Kelangkaan BBM di Sumatera tak hanya memicu antrean panjang, tetapi juga menelan korban jiwa.(Ilustrasi AI).**

SATUMEDIA.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Sumatera masih menjadi sorotan. Gangguan pasokan tersebut memicu antrean kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), bahkan memaksa masyarakat menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Di Kota Medan, Sumatera Utara, antrean kendaraan mengular hingga larut malam akibat sulitnya memperoleh Pertalite. Kondisi ini membuat sebagian pengendara memilih beralih ke Pertamax meski harus mengeluarkan biaya lebih besar. Situasi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain yang mengalami keterbatasan distribusi BBM.

Dampak antrean panjang bahkan menelan korban jiwa. Seorang sopir truk berusia 50 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya saat mengantre solar subsidi di sebuah SPBU di Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga meninggal akibat kelelahan setelah menunggu dalam antrean.

Pemerintah daerah pun memberikan penjelasan terkait penyebab krisis pasokan tersebut. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut distribusi BBM sempat terganggu karena berkurangnya jumlah pengemudi truk pengangkut. Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai dugaan praktik mafia distribusi BBM turut menjadi faktor yang memperparah kelangkaan, khususnya untuk solar bersubsidi. Masyarakat kini berharap pasokan segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.*

Pos terkait