SATUMEDIA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, skema tersebut hingga kini masih dalam tahap kajian bersama sejumlah kementerian dan lembaga untuk memastikan pelaksanaannya memenuhi standar keamanan pangan dan tata kelola yang baik.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, kajian tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan penyempurnaan tata kelola Program MBG sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah itu dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Berbagai skema terus kami kaji agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, efisien, dan mampu menjangkau penerima manfaat dengan tetap mengutamakan standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta tata kelola yang baik,” kata Agustina, dikutip dari laman BGN, Senin (20/7/2026).
Menurut Agustina, pelibatan kantin sekolah masih sebatas salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Kajian dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis sebelum skema tersebut dapat diterapkan.
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam kajian itu meliputi kesiapan sarana dan prasarana kantin, kapasitas pengelolaan, penerapan standar higiene dan sanitasi, hingga mekanisme pengawasan agar penyelenggaraan program tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BGN menegaskan belum ada keputusan final terkait penggunaan kantin sekolah dalam pelaksanaan MBG. Setiap pengembangan skema akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil kajian yang komprehensif serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Selain mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan program, keputusan yang diambil juga akan mengutamakan kepentingan peserta didik sebagai penerima manfaat, terutama dalam menjamin kualitas gizi dan keamanan makanan yang disajikan.
Melalui evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berkembang menjadi program yang adaptif, berkualitas, dan mampu mendukung peningkatan status gizi generasi muda Indonesia secara berkelanjutan.*





