14 Kecamatan di Kabupaten Bandung Mulai Terdampak Kekeringan, Pemkab Percepat Perbaikan 547 Irigasi

Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna di Gedung Mohamad Toha menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.(Tangkapan layar Instagram @dadangsupriatna).**

SATUMEDIA.ID -Sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Bandung mulai merasakan dampak musim kemarau yang diperparah oleh perubahan iklim dan fenomena El Nino. Untuk mengantisipasi meluasnya kekeringan, Pemerintah Kabupaten Bandung mempercepat perbaikan jaringan pada 547 daerah irigasi serta menyiapkan berbagai langkah penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Upaya tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna di Gedung Mohamad Toha menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, kondisi kekeringan mulai dirasakan di 14 kecamatan. Pemerintah daerah pun menginstruksikan seluruh perangkat terkait bergerak cepat agar dampaknya tidak semakin meluas.

Dadang mengatakan, percepatan perbaikan jaringan pada 547 daerah irigasi menjadi salah satu langkah utama untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau. Selain itu, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Pertanian, serta Perumda Air Minum (PDAM) diminta memastikan distribusi air bersih berjalan optimal melalui mobil tangki dan penempatan toren di wilayah-wilayah rawan kekeringan.

“Kami juga mengoptimalkan penampungan air di sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan, seperti Cirasea, Pakutandang, Ciparay, hingga Bumiwangi, agar kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian tetap terpenuhi,” ujar Dadang dikutip dari akun Instagram @dadangsupriatna, Rabu (22/7/2026).

Ia mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan memperkuat semangat gotong royong selama musim kemarau agar dampak kekeringan dapat ditekan serta produktivitas pertanian tetap terjaga.*

Pos terkait