SATUMEDIA.ID – Sebanyak 1.088 narapidana di Lapas Kelas IIA Narkotika Bandung menerima Remisi Umum (RU) dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.076 narapidana menerima RU I, sedangkan 12 lainnya mendapatkan RU II. Penerima RU II berkesempatan langsung mengakhiri masa pidana dan kembali berkumpul bersama keluarga serta menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna turut menghadiri pemberian remisi tersebut. Ia berharap momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengurangi masa hukuman, tetapi juga menjadi titik awal bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru.
“Kita ingin setelah bebas mereka tidak hanya membawa status sebagai mantan warga binaan, tetapi juga memiliki keterampilan, pekerjaan, dan kemampuan untuk hidup mandiri,” ujar Dadang yang akrab dipanggil KDS.
Dalam kunjungannya, KDS melihat berbagai hasil pembinaan warga binaan, mulai dari kegiatan seni dan budaya hingga produk usaha seperti kerajinan telur dan kaus.
Menurut dia, karya-karya tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam lapas dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.
Pemkab Bandung pun siap memperkuat kerja sama dengan pihak lapas melalui Dinas Tenaga Kerja dan perangkat daerah terkait. Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada pelatihan keterampilan, peningkatan kompetensi, hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Khusus warga binaan asal Kabupaten Bandung, pemerintah daerah juga membuka peluang dukungan melalui program Dinas Koperasi dan UMKM, termasuk akses pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.
“Pembinaan tidak berhenti ketika masa pidana berakhir. Pemerintah harus hadir agar mereka punya kesempatan untuk bangkit, bekerja, mandiri, dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” kata KDS.
Ia berharap pemberian remisi dapat menjadi momentum perubahan bagi para penerima. Setelah kembali ke lingkungan masing-masing, warga binaan diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.*





