Gang Leuwidadap Diserbu Pemotor, Warga Cimahi Berlakukan Jam Buka-Tutup

Gang Leuwidadap di Kelurahan Cihanjuang, Kota Cimahi, mendadak menjadi jalur alternatif bagi ribuan pengendara sepeda motor setelah penutupan jembatan dan pembangunan Underpass Gatot Subroto.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Gang Leuwidadap di Kelurahan Cihanjuang, Kota Cimahi, Jawa Barat, mendadak menjadi jalur alternatif bagi ribuan pengendara sepeda motor setelah penutupan jembatan dan pembangunan Underpass Gatot Subroto.

Setiap hari, lebih dari 1.000 sepeda motor diperkirakan melintasi gang yang berada di RT 01/RW 02 tersebut.

Padahal, Gang Leuwidadap bukan jalur alternatif resmi yang ditetapkan Pemerintah Kota Cimahi.

Gang selebar sekitar 2 meter dengan panjang 500 meter hingga 1,5 kilometer itu membelah permukiman warga dan hanya mampu menampung kendaraan secara terbatas.

Lonjakan kendaraan membuat warga menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari kemacetan, kebisingan, hingga meningkatnya risiko keselamatan, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar rumah.

Karang Taruna Leuwidadap akhirnya mengambil inisiatif untuk mengatur waktu kendaraan umum yang boleh melintas.

Koordinator Lapangan Karang Taruna Leuwidadap, Rafli Rahmadiansyah, mengatakan aturan tersebut mulai diterapkan sejak Senin (24/8/2026).

Sebelumnya, warga sempat mencoba beberapa pola pengaturan, termasuk sistem buka-tutup tanpa jadwal hingga menutup gang sepenuhnya. Dari evaluasi tersebut, warga kemudian menyepakati pembagian waktu akses.

“Intinya kami ingin membantu kelancaran lalu lintas, tetapi kenyamanan warga tetap harus dijaga. Karena kalau kendaraan dibiarkan masuk sepanjang hari, aktivitas warga sangat terganggu,” kata Rafli, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan kesepakatan warga, kendaraan umum diperbolehkan menggunakan Gang Leuwidadap pada pukul 05.00–10.00 WIB dan 14.00–18.00 WIB.

Sementara itu, pukul 10.00–14.00 WIB serta 18.00–05.00 WIB, akses gang hanya diperuntukkan bagi warga setempat.

Pengaturan tersebut dilakukan oleh anggota Karang Taruna secara bergiliran dalam tiga shift.

Rafli mengatakan, kepadatan kendaraan sebelum aturan diberlakukan cukup parah. Kondisi gang yang sempit membuat dua sepeda motor dari arah berlawanan kerap tidak bisa berpapasan.

“Lebarnya memang sangat terbatas. Begitu ada dua motor bertemu dari arah berlawanan, kendaraan bisa berhenti total,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga menimbulkan kebisingan sepanjang hari. Warga khawatir aktivitas kendaraan yang padat membahayakan anak-anak yang bermain di lingkungan permukiman.

“Keluhan warga sebelumnya cukup banyak. Sekarang setelah ada pengaturan jam, situasinya lebih tertib dan warga sudah bisa menerima,” kata Rafli.

Bukan Jalur Alternatif Resmi

Rafli kembali menegaskan, penggunaan Gang Leuwidadap sebagai jalur alternatif terjadi karena inisiatif pengendara dan bukan bagian dari rekayasa lalu lintas Pemerintah Kota Cimahi.

Jalur alternatif yang disiapkan pemerintah berada di Jalan Raden Demang Hardjakusumah menuju kawasan Tagog.

Menurut Rafli, warga sebenarnya tidak keberatan membantu pengendara selama proyek berlangsung. Namun, akses tersebut tidak dapat dibuka tanpa batas karena kapasitas jalan tidak memadai.

“Kami berusaha ikut membantu selama pembangunan berlangsung. Namun, pengendara juga harus memahami bahwa ini jalan di tengah permukiman, bukan jalan utama,” tuturnya.

Ia meminta pengendara mematuhi jadwal yang telah ditetapkan warga.

“Kalau aturan ini tidak dipatuhi, bukan hanya warga yang terganggu, tetapi kendaraan juga akhirnya macet karena gang tidak mampu menampung volume sebanyak itu,” ujarnya.

Pembatasan akan diberlakukan hingga proyek pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan jembatan selesai.

Rafli memastikan tidak ada pungutan bagi pengendara yang melintas. Penjagaan dilakukan secara swadaya oleh Karang Taruna.

Ia juga mengingatkan pengendara untuk tidak memacu kendaraan ketika melewati kawasan permukiman.

“Kecepatan harus dikurangi dan pejalan kaki serta anak-anak harus menjadi prioritas. Kami berharap pengendara bisa saling menghargai,” kata Rafli.*

Pos terkait