Wajib Belajar 13 Tahun di KBB Diperkuat, Disdik Libatkan Bunda PAUD hingga PKK

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik KBB, Makhatir Muhammad membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun di Villa Lemon Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (3/9/2026). (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun. Sebanyak 150 peserta dari Bunda PAUD, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga organisasi masyarakat dikumpulkan dalam sosialisasi yang digelar di Lembang, Kamis (3/9/2026).

Program tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga membangun gerakan bersama agar tidak ada anak di Kabupaten Bandung Barat yang kehilangan akses pendidikan, mulai dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat Hj. Neneng Nurul Saadah Ismail, Ketua DWP KBB Hj. Eni Ade Zakir, jajaran TP PKK KBB, Pokja Bunda PAUD KBB, Bunda PAUD Kecamatan, serta perwakilan organisasi masyarakat.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik KBB, Makhatir Muhammad, mengatakan keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Menurut dia, keluarga, Bunda PAUD, PKK, pemerintah desa, hingga organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak tetap bersekolah dan tidak putus di tengah jalan.

“Wajib Belajar 13 Tahun harus menjadi gerakan bersama. Semua pihak perlu terlibat untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan,” kata Makhatir.

Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari itu dirancang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menjadi forum diskusi dan penyusunan komitmen bersama antar-peserta.

Disdik KBB menargetkan para peserta menjadi agen penggerak pendidikan di wilayah masing-masing. Mereka diharapkan menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya pendidikan kepada keluarga dan masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa.

Makhatir menilai sinergi lintas organisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan pendidikan anak sejak usia dini.

Ia berharap Bunda PAUD Kecamatan mampu mengajak orang tua agar lebih aktif memastikan anak-anak melanjutkan pendidikan hingga jenjang menengah.

Makhatir menambahkan, pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mencegah anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Program Wajib Belajar 13 Tahun juga diharapkan tidak berhenti sebagai kebijakan pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bandung Barat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Disdik KBB berharap terbentuk komitmen bersama untuk memperkuat pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masa depan pendidikan anak di Bandung Barat.

Melalui kolaborasi tersebut, Disdik KBB ingin memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bandung Barat melalui pemerataan akses pendidikan.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan tidak ada anak Bandung Barat yang tertinggal atau kehilangan kesempatan untuk belajar,” ujar Makhatir.*

Pos terkait