Ade Zakir Tertarik Terapkan Pengolahan Sampah di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat ala Saung Edukasi

Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir mendengar penjelasan Mohamad Satori pengelola Saung Edukasi 3 R di Puri Cipageran, Ngamprah, Senin (15/7/2024)**

SATUMEDIA.ID – Pengolahan sampah yang dilakukan oleh Saung Edukasi 3 R (Recycle, Reduce, Reuse) di Puri Cipageran Indah, RW 22 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah Menarik perhatian Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir.

Ia mengajak serta Pj Sekda KBB Eriska Hendrayana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Ibrahim Aji bersama pejabat di instansi terkait lainnya untuk berguru ke Saung Edukasi 3 R yang dikelola Mohamad Satori.

“Saya belajar cara mengolah sampah ke sini. Ternyata setelah melihat sendiri dan mendengar penjelasan dari pak Satori, bahwa mengolah sampah tidak butuh teknologi luar biasa. Ini bisa diaplikasikan di lingkungan perkantoran,” kata Ade Zakir.

Ia mengaku merasa malu, baru dirinyalah sebagai kepala daerah di KBB yang datang ke Saung Edukasi 3 R. Padahal lokasinya ada di KBB dan tak jauh dari pusat pemerintahan.

“Saya merasa malu, masa Bangka Belitung jauh-jauh datang ke sini. Saya dibilang pak Satori bupati pertama Bandung Barat yah datang ke sini,” sebutnya.

Menurutnya, teknik pengolahan sampah di Saung Edukasi 3 R bisa diterapkan di kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat. Pada pelaksanaannya nanti akan minta pendampingan dan bimbingan Satori.

“Berdasarkan laporan pak Kadis LH, bahwa rata-rata 500 kilogram per hari sampah yang dihasilkan di komplek perkantoran. Nanti akan diolah, mana sampah organik, anorganik, dan sampah residu,” ujarnya.

Ia menyebut penerapan teknologi pengolahan sampah ini tidak akan dulu diterapkan di masyarakat. Namun untuk pertama baru di lingkungan komplek perkantoran.

Namun, lanjutnya, jika ternyata berjalan sesuai harapan bisa diterapkan di masyarakat. Diharapkan ASN bisa ikut mengedukasi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Di tempat yang sama, Mohamad Satori menerangkan pengolahan sampah di Saung Edukasi 3 R ini, memiliki 3 metode pengolahan sampah organik, yakni dengan metode Kompos Bata Terawang, Kompos Takakura dan Kompos Biofori.

“Sedangkan, untuk sampah anorganik diolah melalui metode pengumpulan sampah anorganik yang dipilah dan di storkan ke Bank Sampah Sahdu (BSS),” jelasnya.

Dijelaskannya, cara kerja Kompos Bata Terawang itu dengan memasukan semua jenis sampah organik ke dalam sebuah bak sampah yang terbuat dari bata yang diberi celah lubang terawang di setiap dindingnya.

“Setiap satu minggu sekali disiram dengan cairan bakteri hingga satu bulan pupuk kompos bisa dipanen. Kalau Kompos Takakura hanya sampah organik sisa makan saja. Nah kalau lubang biofori itu semua jenis sampah organik,” tukasnya.*

 

Pos terkait