Abu Vulkanik Mulai Selimuti Bandung, Dedi Mulyadi Imbau Sekolah Pertimbangkan PJJ

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Kondisi kualitas udara di Kota Bandung mengalami penurunan akibat sebaran abu vulkanik yang terpantau sejak Minggu (6/9/2026) pagi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berada di sejumlah titik, termasuk kawasan Ujungberung, mencatat adanya perubahan kualitas udara tersebut. Partikel abu vulkanik yang terbawa ke wilayah Bandung juga berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Tak hanya berdampak terhadap kualitas udara, keberadaan abu vulkanik juga mulai memengaruhi aktivitas masyarakat dan penerbangan. Kondisi tersebut bahkan membuat operasional bandara harus dihentikan sementara. Abu yang mengandung partikel halus seperti PM10 dan PM2,5 perlu diwaspadai karena dapat masuk ke saluran pernapasan apabila terhirup secara langsung, terlebih ketika konsentrasinya meningkat di udara.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan imbauan kepada pihak sekolah di wilayah yang terdampak cukup parah. Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (6/9/2026), Dedi meminta kepala sekolah mempertimbangkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring mulai Senin (7/9/2026). Keputusan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan tingkat paparan abu vulkanik di masing-masing wilayah.

Dedi menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sistem pembelajaran. Di tengah kondisi udara yang belum ideal, masyarakat juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar ruangan, menggunakan masker yang memiliki perlindungan baik seperti N95 atau KN95 saat bepergian, serta mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak konsumsi air putih.*

Pos terkait