SATUMEDIA.ID – Pemerintah mengerahkan puluhan pesawat dan puluhan ribu personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, operasi penanganan karhutla dilakukan melalui jalur darat dan udara. Upaya tersebut mencakup pemadaman api, pencegahan meluasnya kebakaran, hingga perlindungan masyarakat dari dampak asap.
“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Fokusnya adalah memadamkan api, menekan dampak asap, dan memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman karhutla,” kata Teddy dalam keterangan tertulis yang diunggah pada Minggu (20/9/2026).
Menurut Teddy, kondisi geografis dan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Lahan gambut yang luas dan sulit dijangkau membuat penanganan kebakaran membutuhkan pengerahan kekuatan secara berkelanjutan.
Meski demikian, pemerintah memastikan operasi pemadaman tetap dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun dukungan dari udara.
“Karakteristik wilayah, terutama lahan gambut, menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, operasi pemadaman terus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengerahkan kekuatan darat dan udara,” ujar Teddy.
64 pesawat dikerahkan
Teddy menyebutkan, sejak Agustus 2026, pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
Dari jumlah tersebut, 55 pesawat merupakan armada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan sembilan lainnya berasal dari TNI.
Puluhan pesawat tersebut digunakan untuk melakukan water bombing guna menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi darat.
Selain dukungan udara, pemerintah juga mengerahkan 54.394 personel gabungan untuk menangani karhutla di lapangan.
Personel tersebut terdiri atas unsur TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.
“Operasi ini melibatkan 64 pesawat untuk water bombing dan lebih dari 54.000 personel gabungan. Mereka terus bergerak ke titik-titik kebakaran untuk memadamkan api sekaligus mencegah penyebaran kebakaran,” kata Teddy.
Pemerintah menyatakan pengerahan kekuatan darat dan udara tersebut akan terus dilakukan sesuai dengan kondisi karhutla di masing-masing wilayah.*




