Kubah Ikonik Observatorium Bosscha Segera Dicat Ulang, Gunakan Material Pelapis Khusus

Kubah utama Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bakal dicat ulang.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Kubah utama Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bakal dicat ulang sebagai bagian dari perawatan bangunan yang telah berdiri satu abad.

Kubah yang dikenal dengan nama Dom Zeiss itu menaungi teleskop Refraktor Ganda Zeiss yang telah digunakan sejak 1928.

Pengecatan tidak hanya bertujuan memperbarui tampilan bangunan, tetapi juga menjaga kondisi kubah sekaligus mendukung kestabilan lingkungan di dalam ruang teleskop.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Budaya (Disparekrafbud) Kabupaten Bandung Barat, Taufik Kurnaefi mengatakan, perawatan Dom Zeiss menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberadaan Observatorium Bosscha sebagai cagar budaya.

“Yang kami jaga bukan hanya tampilan kubahnya, tetapi juga keberlanjutan fungsi dan nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut,” ujar Taufik, Rabu (7/10/2026).

Menurut Taufik, kubah dengan diameter sekitar 14,5 meter tersebut akan menggunakan material pelapis khusus.

Material itu dipilih karena memiliki kemampuan memantulkan radiasi matahari sehingga dapat mengurangi panas yang terserap ke dalam kubah.

“Pemilihan cat dan lapisan pelindung harus mempertimbangkan kebutuhan teknis teleskop. Panas yang berlebihan di dalam kubah dapat memengaruhi kestabilan suhu dan pada akhirnya berpengaruh terhadap ketepatan pengamatan,” jelasnya.

Taufik mengatakan, proses pengecatan Dom Zeiss tidak bisa dilakukan seperti pengecatan bangunan pada umumnya.

Pasalnya, Observatorium Bosscha merupakan bangunan cagar budaya sehingga pengerjaannya harus memperhatikan ketentuan pelestarian.

“Setiap tahapan pekerjaan harus disesuaikan dengan prinsip konservasi. Kami tidak ingin perawatan justru menghilangkan karakter arsitektur yang menjadi ciri khas Bosscha,” katanya.

Ia menambahkan, Dom Zeiss merupakan salah satu bagian paling ikonik dari Observatorium Bosscha sekaligus memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perkembangan astronomi di Indonesia.

Karena itu, perawatan kubah diharapkan dapat memperpanjang usia bangunan dan menjaga fungsi Observatorium Bosscha untuk kegiatan penelitian maupun edukasi.

Selain aspek ilmiah, Taufik menilai keberadaan Bosscha juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan pengetahuan.

“Bosscha merupakan bagian dari identitas Bandung Barat. Perawatannya harus dipastikan agar bangunan dan nilai yang terkandung di dalamnya tetap dapat dinikmati serta dipelajari oleh generasi mendatang,” pungkasnya.*

Pos terkait