Catat Tanggalnya! Jemaah Haji Indonesia Mulai Berangkat 11 April 2027

Bupati Bandung, Dadang Supriatna melepas keberangkatan jemaah haji Kabupaten Bandung kloter 18 Kertajati di Gedung Cendrawasih Lanud Sulaiman Kecamatan Margahayu, Kamis (22/5/2025).(Dok. Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Kementerian Haji dan Umrah telah menetapkan rencana perjalanan haji 1448 Hijriah/2027 Masehi, termasuk jadwal keberangkatan, pelaksanaan puncak ibadah haji, hingga pemulangan jemaah ke Indonesia.

Dalam jadwal tersebut, jemaah haji Indonesia mulai masuk asrama pada 10 April 2027. Sehari kemudian, pemberangkatan gelombang pertama menuju Madinah dimulai.

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan penetapan jadwal menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji berjalan sesuai perencanaan.

Menurut dia, persiapan tidak cukup hanya berpatokan pada tanggal keberangkatan. Seluruh unsur penyelenggara juga perlu menyelaraskan kesiapan pelayanan, mobilisasi jemaah, serta mekanisme keberangkatan dan pemulangan.

“Penyelenggaraan haji merupakan kerja besar yang membutuhkan kesiapan sejak jauh hari. Jadwal perjalanan ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah, sehingga setiap tahapan dapat berjalan tertib,” ujar Teguh dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Sabtu (24/10/2026).

Rencana perjalanan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi yang ditetapkan pada 29 September 2026.

Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dibagi menjadi dua gelombang dengan total masa operasional selama 30 hari.

Gelombang pertama diberangkatkan dari Indonesia menuju Madinah mulai 11 April hingga 25 April 2027. Setelah itu, pemberangkatan gelombang kedua menuju Jeddah berlangsung pada 26 April hingga 10 Mei 2027.

Setiap gelombang memiliki masa operasional selama 15 hari. Pembagian tersebut menjadi acuan bagi penyelenggara untuk mengatur pergerakan jemaah dan menyiapkan pelayanan di setiap tahapan perjalanan.

Puncak haji berlangsung pertengahan Mei

Setelah menjalani rangkaian ibadah di Makkah, jemaah dijadwalkan bergerak menuju Arafah pada 14 Mei 2027.

Puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2027. Berikutnya, Hari Raya Iduladha jatuh pada 16 Mei 2027, sedangkan hari-hari Tasyrik berlangsung pada 17-19 Mei 2027.

Tanggal tersebut tercantum dalam rencana perjalanan yang disusun dengan mengacu pada kalender Ummul Quro Arab Saudi.

Tahapan pemulangan jemaah juga telah diatur dalam keputusan tersebut.

Jemaah gelombang pertama dijadwalkan mulai meninggalkan Arab Saudi dari Makkah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah pada 21 Mei 2027.

Sementara itu, pemulangan gelombang kedua melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah dimulai pada 5 Juni 2027.

Kedatangan jemaah gelombang pertama di Indonesia berlangsung mulai 21 Mei hingga 4 Juni 2027. Adapun jemaah gelombang kedua dijadwalkan tiba pada 5-20 Juni 2027.

Secara keseluruhan, operasional pemulangan berlangsung selama 30 hari, dengan alokasi 15 hari untuk setiap gelombang.

Kementerian Haji dan Umrah juga menetapkan rata-rata masa tinggal jemaah di Arab Saudi selama 38-40 hari.

Teguh menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menjalankan jadwal yang telah ditetapkan. Koordinasi diperlukan agar pelayanan di embarkasi, mobilisasi jemaah, serta proses keberangkatan dan kepulangan dapat berlangsung secara terpadu.

“Yang perlu dipastikan bukan hanya jadwalnya tersedia, tetapi seluruh unsur penyelenggara memahami tahapan dan tanggung jawabnya. Setiap proses harus dipersiapkan dengan cermat karena menyangkut perjalanan ibadah dan keselamatan jemaah,” katanya.

Jadwal perjalanan haji 2027 selanjutnya menjadi pedoman bagi unit kerja di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah serta pihak terkait dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan operasional.

Kendati demikian, penyesuaian jadwal dimungkinkan apabila terdapat perubahan tanggal Hijriah atau agenda penyelenggaraan ibadah haji yang ditetapkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Dengan jadwal yang telah ditetapkan, persiapan penyelenggaraan haji 2027 diharapkan berjalan lebih terkoordinasi, mulai dari pemberangkatan jemaah di Indonesia hingga kepulangan mereka setelah menyelesaikan ibadah di Tanah Suci.*

Pos terkait