Demi Menjaga Ketahanan Pangan, Pemkab Bandung Bebaskan Pajak untuk Sawah Abadi

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memanen jagung.(Dokumen Diskominfo Kabupaten Bandung).*

SATUMEDIA.ID – Pemkab Bandung membebaskan pajak untuk lahan sawah abadi. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Keberadaan sawah itu, berfungsi untuk menopang ketahanan pangan. Maka dari itu, di Kabupaten Bandung untuk sawah abadi tidak perlu bayar pajak setiap tahunnya,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna pada pembukaan “Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional/GPTPN IX Tahun 2024” , Sabtu (27/7/2024).

“Kalau ini bisa dilakukan (bebas bayar pajak) di seluruh Indonesia, saya kira para petani padi ini akan lebih semangat. Karena tentunya setiap tahun bayar pajak, tetapi penghasilan produksinya tidak maksimal. Itulah kebijakan yang diberikan, sehingga setiap desa kami sudah membuat Perdes (Peraturan Desa),” imbuhnya.

Kang DS menegaskan, dengan adanya Perdes itu, lahan pertanian padi tetap bokeh diperjualbelikan. “Tapi tidak diperbolehkan untuk bangunan perumahan ataupun industri,” tutur Bupati Bedas.

Kemudian, kata Kang DS, Pemkab Bandung pada tahun 2021 atau pasca pandemi Covid-19, pada tahun 2022 sudah memberikan kebijakan juga berupa asuransi.

“Bagi lahan padinya gagal panen, dikasih Rp 6 juta per hektare. Sapi mati Rp 10 juta per ekor,” katanya.

Selanjutnya, dikatakan orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini, pada 2023 para petani diberikan hibah sebesar Rp25 miliar. Tahun 2024 sebesar Rp19 miliar.

“Seluruh para petani (87.000 orang) diberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Ini bukti komitmen kami yang mana petani ini pahlawan pangan yang tentunya saat ini perlu ditingkatkan perhatiannya,” ujarnya.

Kang DS juga mengucapkan terima kasih kepada Pangdam III/Siliwangi melalui Dandim 0624/Kabupaten Bandung, karena telah menjalin kerja sama program Babinsa Sagala Bisa.

“Babinsa ikut berperan. Kami bersama Pak Dandim sudah melakukan peningkatan dari lahan-lahan tidur diaktifkan kembali, sehingga dimulai dari 15,4 hektare. Insya Allah 200 hektarnya akan dimulai bulan depan di Kabupaten Bandung,” jelasnya.

Sementara itu, “Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional/GPTPN IX Tahun 2024” yang berlangsung
27-30 Juli 2024 tersebut dibuka Wakil Menteri (Wamen) Pertanian Sudaryono mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Hadir Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Mohammad Fadjar, wali kota dan bupati se-Jawa Barat, Forkopimda Provinsi Jawa Barat, dan Forkopimda Kabupaten Bandung di Gedong Budaya Soreang.

GPTPN IX Tahun 2024 diisi berbagai kegiatan berupa gelar teknologi benih, tanaman pangan, sarasehan perbenihan, pameran produk pertanian, klinik konsultasi perbenihan, job fair industri benih, Bandung Bedas Coffee Festival dan donor darah, serta aneka perlombaan.*

Pos terkait