SATUMEDIA.ID – Ratusan massa aksi dari Free Palestine Network (FPN) membentangkan spanduk “Free Palestine” di depan Gedung Merdeka, tempat Konferensi Asia Afrika berlangsung.
Selain itu, massa juga sengaja meletakkan bendera zionis Israel di Jalan Afrika, Kota Bandung agar dilindas oleh kendaraan yang melintas, Sabtu (3/8/2024).
“Anggota FPN di berbagai kota pada Sabtu kemarin melakukan aksi solidaritas bersama beragam komunitas yang menolak genosida Israel di Palestina,” ungkap Sekjen FPN Furqan AMC, Minggu (4/8/2024).
Furqan menyebut, aksi FPN sebagai tindaklanjut dari wasiat almarhum Ismail Haniyah untuk menjadikan tanggal 3 Agustus sebagai hari solidaritas sedunia untuk tahanan Gaza dan Palestina.
Berkaitan dengan hal tersebut, seluruh anggota FPN bergabung bersama beragam komunitas di berbagai kota melakukan aksi solidaritas.
“Anggota FPN di berbagai kota melakukan aksi solidaritas bersama beragam komunitas yang menolak genosida Israel di Palestina,” ungkap ,Sekjen FPN Furqan AMC, Minggu (4/8/2024).
Aksi solidaritas antara lain berlangsung di
Jakarta, Bandung, Makasar, Semarang, Palembang, Malang, Majene, Bondowoso, Samarinda dan berbagai kota lainnya di Indonesia
Lebih lanjut Furqan menjelaskan beberapa hari sebelum gugur syahid dibunuh Israel di Iran, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menyerukan agar 3 Agustus menjadi hari solidaritas nasional dan internasional bagi para tahanan Gaza dan Palestina.
Haniyah menekankan pentingnya partisipasi aktif dari komunitas lokal, nasional, regional dan internasional pada hari tersebut, serta kelanjutan demonstrasi dan unjuk rasa setelah 3 Agustus.
“Menurut Haniyah tujuan solidaritas ini menekan pendudukan Israel untuk mengakhiri agresi dan kejahatannya terhadap rakyat Gaza dan para tahanan di penjara serta kamp penahanan Israel”, jelas Furqan.
Sementara itu Ketua Dewan Pakar FPN yang merupakan ahli kajian Asia Barat/Timur Tengah Dr. Dina Y. Sulaeman, M.Si mengatakan “Ismail Haniyah berharap 3 Agustus menjadi hari yang penting dan berdampak di seluruh Palestina, kamp pengungsian, diaspora, dunia Arab, Islam, dan komunitas internasional.”
Menurut Akademisi dari Unpad ini, latar Belakang Penetapan tanggal 3 Agustus sebagai hari solidaritas merupakan respons terhadap genosida yang dilakukan oleh pendudukan Israel selama sepuluh bulan berturut-turut dan peningkatan jumlah tahanan yang menjadi martir di penjara Israel.*




