Didik Lebih Memilih Gilang Dirga Ketimbang Hengky Kurniawan, Ini Alasannya!

Didik Agus Triwiyono dan Gilang Dirga bersama warga.(Dokumen DPD PKS KBB).**

SATUMEDIA.ID – Tiga partai politik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat digadang-gadang bakal berkoalisi menghadapi Pilkada Bandung Barat 2024, yaitu PKS, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan.

Bahkan, ketiga pimpinan partai politik tersebut berikut dengan bakal calon bupatinya sempat melakukan silaturahmi. Seperti dilakukan bakal calon Bupati Hengki Kurniawan dan jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan KBB yang dipimpin Ida Widaningsih berkunjung ke Sekretariat DPD PKS KBB, Kamis (20/6/2024).

Hal yang sama juga dilakukan jajaran pengurus DPC Partai Demokrat KBB dengan DPD PKS dan DPC PDI Perjuangan.

Namun di tengah perjalanan politik, secara mengejutkan DPP Partai Demokrat mengeluarkan rekomendasi kepada Gilang Dirgahari yang lebih dikenal dengan panggilan Gilang Dirga untuk mendampingi bakal calon Bupati Bandung Barat Didik Agus Triwiyono di Pilkada Serentak 2024.

Otomatis, peluang bakal calon Bupati Bandung Barat dari PDI Perjuangan yaitu, Hengky Kurniawan dan Pamriadi tertutup rapat. PDI Perjuangan pun kandas untuk masuk koalisi PKS – Demokrat.

Menanggapi hal itu, Didik Agus Triwiyono tidak memungkiri ketiga partai politik masing-masing ingin mengusung calonnya, baik sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati. Namun, karena hanya bisa mengusung satu pasangan sehingga tidak semua keinginan partai politik terakomodir.

“Konsekuensi logisnya memang tidak semua terakomodir. Kalau sekarang saya jadinya dengan Gilang Dirga, bukan dengan bakal calon bupati dari PDI Perjuangan. Baik itu Hengky Kurniawan ataupun Pamriadi, pada akhirnya ini semata urusan jodoh,” kata Didik di Ngamprah, Senin (5/8/2024).

Ia mengungkapkan alasan tak bersanding dengan bakal calon dari PDI Perjuangannya, karena sampai hari ini belum keluar rekomendasi siapa yang akan diusung. Kalah cepat dibandingkan dengan PKS dan Partai Demokrat yang sudah mengeluarkan rekomendasi.

“Alasan lainnya, pak Hengky Kurniawan jika jadi diusung PDI Perjuangan akan menjadi calon bupatinya. Sementara saya diamanahkan Musda dan Muswil d direkomendasikan sebagai KBB 1 (bupati). Oleh karena itulah, saya mengamankan amanah ini,” tandasnya.

Usai dipasangkan dengan Gilang Dirga, ia mengungkapkan, sudah pernah bersilaturahmi dengan jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan. Namun, dengan Hengky Kurniawan maupun Pamriadi belum pernah bertemu lagi.

“Kami sudah ketemu, semua saling memahami. Kalau ditanya apakah PDI Perjuangan akan tetap bersama? Bagi saya sangat mungkin bersama-sama, tapi kalaupun enggak ya tidak apa-apa. Sebab kalau berbicara konteks kecukupan suara, PKS dan Demokrat sudah bisa mendaftar. Tapi, kalau ditambah PDI Perjuangan, kan semakin baik,” ujarnya sambil tersenyum.

Diketahui, pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 lalu PKS meraih 158 ribu suara. Sementara Partai Demokrat meraup 98 ribu suara sehingga jika ditotal jumlahnya mencapai 256 ribu suara.

158 ribu suara itu, 100 ribu merupakan suara para caleg dan 58 ribu merupakan suara partai. Jika digabungkan dengan suara dari Partai Demokrat, maka suara yang diraup mencapai 256 ribu suara.

“Paling tidak membutuhkan 500 ribuan suara untuk memenangkan kontestasi Pilkada Bandung Barat. Itu dengan catatan ada 3-4 pasangan calon,” ujarnya.

Didik optimistis berpasangan dengan Gilang Dirga akan mendongkrak suara. Terutama suara kaum milenial dan generasi Z.

Ia beralasan memilih Gilang bukan semata-mata karena status artisnya. Akan tetapi, Gilang merupakan bagian dari kalangan milenial dan generasi Z.

“Apalagi di KBB lebih dari 50 persen pemilih berasal dari kaum milenial dan generasi Z. Dan Gilang masuk di sana. Kelebihan lain dari Gilang, ia orang yang cerdas dan kreatif. Insya Allah, kombinasi senior berpengalaman dan pemuda cerdas kreatif bisa membenahi Bandung Barat,” tukasnya.*

Pos terkait