PKS Bandung Barat Mulai Panaskan Mesin Partai, Penjaringan Caleg Ditarget Rampung Awal 2027

Ketua DPD PKS KBB Iman Budiman.(Dicky Mawardi/Satumedia)."*

SATUMEDIA.ID – Meski Pemilu Legislatif 2029 masih beberapa tahun lagi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah mulai memanaskan mesin politiknya. Salah satunya dengan membuka penjaringan bakal calon anggota DPRD sejak Maret 2026.

Ketua DPD PKS KBB Iman Budiman mengatakan, proses seleksi calon legislatif kini memasuki tahap penggodokan dan akan berlangsung hingga akhir tahun ini.

“Rangkaian penjaringan sudah dimulai sejak Maret 2026. Saat ini masih tahap penggodokan, dan prosesnya akan berjalan sampai Desember. Insya Allah Januari 2027 sudah bisa kami rilis nama-nama calon legislatif,” ujar Iman saat ditemui, Selasa (7/4/2026).

Dalam proses seleksi, PKS menerapkan sejumlah kriteria ketat. Selain harus berstatus kader, calon juga wajib memiliki rekam jejak tanggung jawab dalam struktur partai serta tingkat keaktifan yang terukur.

Tak hanya itu, PKS juga akan menggelar survei untuk mengukur popularitas kandidat di masyarakat. Dari proses tersebut, partai menargetkan menjaring bakal caleg hingga 200 persen dari jumlah kursi DPRD yang tersedia.

“Nantinya di setiap daerah pemilihan (dapil), jumlah caleg disesuaikan 100 persen dari alokasi kursi. Komposisinya mencakup kader muda hingga senior, serta tetap memperhatikan keterwakilan perempuan sesuai aturan,” jelasnya.

Iman mengungkapkan, kekuatan basis kader PKS di Bandung Barat menjadi modal penting menghadapi kontestasi politik mendatang. Saat ini, jumlah anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) telah mencapai sekitar 37.000 orang dan tersebar hingga tingkat RW.

“Angka ini menjadi energi besar yang siap digerakkan, terutama dari sektor kepemudaan,” katanya.

Untuk menarik minat generasi muda, PKS KBB mengembangkan berbagai program melalui Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM) serta Bidang Ekonomi Kreatif. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi Z, mulai dari pelatihan kerja hingga pengembangan keterampilan digital.

“Mulai dari pelatihan membuat CV, kesiapan kerja, sampai affiliate marketing agar anak muda bisa produktif secara ekonomi,” ujar Iman.

Menariknya, PKS juga menghadirkan layanan konseling psikologis gratis bertajuk “Olah Emosi Tanpa Drama”. Program ini ditujukan untuk menjawab tantangan kesehatan mental generasi muda yang dinilai semakin kompleks.

“Bisa diikuti secara online maupun offline dengan pendampingan konselor profesional. Ini bentuk kepedulian kami terhadap kondisi psikologis anak muda,” tambahnya.

Selain itu, keterlibatan pemuda juga diperkuat melalui berbagai kegiatan seperti Perkemahan Bakti Nusantara (Kembara) tingkat Jawa Barat hingga turnamen mini soccer.

Menurut Iman, berbagai program tersebut bukan sekadar pembinaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesiapan kader dalam menghadapi kontestasi politik ke depan.

“Intinya kami ingin terus mendekatkan diri dan melayani masyarakat, sesuai semangat besar PKS, yakni khidmatul ummah,” pungkasnya.*

Pos terkait