Pembangunan Pelabuhan Patimban Masuk Fase I-2

Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang.(Dokumen Kemenkeu).**

SATUMEDIA.ID – Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang kini telah masuk pekerjaan fase I-2 yang akan berlangsung sampai dengan 2025.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari laman Kemenhub RI, Sabtu (24/8/2024)..

“Fase I-2 ini berupa car terminal dan container terminal 2 beserta jasa konsultan dan supervisinya. Sedangkan pembangunan pelabuhan Patimban yakni pekerjaan fisik Fase I-1 berupa konstruksi terminal breakwater, seawall, dan pengerukan alur pelayaran serta jembatan penghubung sudah selesai seluruhnya dan sudah beroperasi,” tutur Budi Karya saat bersama tim auditor BPK.

Pada kesempatan itu, Menhub bersama tim auditor BPK juga meninjau area terminal kendaraan pelabuhan internasional. Di area tersebut Menhub turut menyaksikan aktivitas bongkar muat kapal ro-ro Dream Angle yang akan melakukan pengiriman kendaraan dari Patimban menuju Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia dan kembali ke Patimban.

Menhub mengatakan, jajaran Kementerian Perhubungan menyambut baik rencana pemeriksaan BPK. Di sektor perhubungan laut, BPK melakukan pemeriksaan pengelolaan belanja pembangunan Pelabuhan Patimban serta pemeriksaan kinerja pengelolaan Inaportnet dalam penyelenggaraan pelabuhan tahun 2023 hingga semester I-2024.

Di samping itu, BPK juga melakukan pemeriksaan sektor perhubungan darat, yakni kinerja pelayanan uji tipe dan registrasi uji tipe kendaraan bermotor tahun 2022 s/d semester I 2024 dan pemeriksaan pengelolaan PNBP pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tahun 2023 sampai dengan semester I-2024.

Atas hasil dan rekomendasi pemeriksaan BPK tahun-tahun sebelumnya, Kemenhub telah berupaya optimal dalam menindaklanjuti seluruh temuan pemeriksaan guna meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.

Di tempat yang sama, Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Nyoman Adhi Suryadnyana memberikan apresiasi karena Pelabuhan Patimban dapat menjadi contoh bagaimana suatu proyek yang dibangun dengan anggaran besar, namun tetap sesuai kaidah, baik kaidah akuntansi maupun fungsional pelabuhan.

“Pemeriksaan Patimban ini menunjukkan bahwa pembangunan pelabuhan Patimban ini adalah salah satu contoh bagaimana Kementerian mengelola anggaran pembangunan yang besar dan kompleks, namun tetap menerapkan good governance,” ujarna saat pelaksanaan kegiatan Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Patimban.

Terkait rekomendasi BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan tahun 2007 – 2023. Dari total 1.685 rekomendasi, Kementerian Perhubungan telah menindaklanjuti 86,11% atau lebih tinggi dibandingkan capaian rata-rata nasional sebesar 78,17%.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN). Pelabuhan ini akan menjadi Pelabuhan utama yang tujuan utamanya mengurangi biaya logistik dan memperlancar arus barang, serta mengurangi beban kendaraan barang di jalan raya yang sering kali menimbulkan kemacetan dan mempercepat kerusakan jalan, dan tentunya memperkuat ketahanan ekonomi.*

Pos terkait