Tim APSIFOR Lakukan Pemeriksaan di Tempat Temuan 2 Kerangka Manusia

Tim psikologi forensik dari APSIFOR mendatangi lokasi temuan dua kerangka manusia di Kompleks Perumahan Tanimulya Indah RT 10/RW 15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, KBB, Sabtu (24/8/2024) siang.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Tim psikologi forensik dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR) mendatangi lokasi temuan dua kerangka manusia di Kompleks Perumahan Tanimulya Indah RT 10/RW 15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/8/2024) siang.

Ada 4-5 orang petugas dari APSIFOR yang masuk ke rumah yang sudah dipasangi garis polisi tersebut. Turut mendampingi sejumlah anggota kepolisian dari Polres Cimahi.

Petugas APSIFOR sempat merekam dan mengambil gambar bagian depan rumah. Selanjutnya mereka masuk ke dalam rumah tersebut.

Pantauan Satumedia.id petugas APSIFOR terlihat mengambil video dan memotret dinding rumah yang memuat tulisan tangan menggambarkan tumpahan kekecewaan dan kekesalan.

Satu petugas lainnya terlihat tengah memeriksa benda yang berserakan di lantai ruang tengah . Sekitar 30 menit petugas APSIFOR berada di dalam rumah tersebut.

Usai melakukan pemeriksaan, tak ada satupun petugas APSIFOR yang bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Usai menjalankan tugasnya langsung bergegas masuk ke dalam mobil yang terparkir dekat TKP. Sementara petugas kepolisian dari Polres Cimahi kembali memasang garis polisi.

Diberitakan sebelumnya, polisi terus berupa mengungkap tabir kematian dari dua kerangka yang ditemukan di Kompleks Perumahan Tanimulya Indah tersebut. Tim forensik Rumah Sakit Sartika Asih Bandung memastikan dua kerangka manusia tersebut berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.

Babak baru dari kasus ini,  Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengatakan, untuk mengungkap kasus ini  Polres Cimahi juga melakukan pemeriksaan psikologi forensik kepada korban.

“Sehingga nantinya,  kesimpulan yang diambil selain dari pemeriksaan saksi-saksi juga dari scientifik identifikasi,” kata AKBP Tri Suhartanto.

“Psikologi forensik ini merupakan terobosan terbaru dengan melibatkan tim psikologi forensik dari APSIFOR agar kita bisa mengetahui kejiwaan korban walaupun sudah meninggal,” sambungnya.

Ia menjelaskan,  pemeriksaan psikologi forensik dilakukan dengan meneliti TKP, pemeriksaan saksi yang kenal dengan subjek yang diteliti, hingga pemeriksaan dokumen serta aktivitas media sosial dengan demikian mendapatkan gambaran subjek semasa hidupnya.

Sebelumnya kerangka ibu dan anak  sudah diidentifikasi awal. Dilanjutkan dengan proses tes DNA dan toksikologi guna mengetahui penyebab kematian keduanya.

Tim forensik  tak menemukan tanda-tanda ada bekas kekerasan. Dengan demikian perlu dilakukan pemeriksaan tes DNA dan kadar kandungan zat kimia serta racun dalam tubuh atau toksikologi.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Tapi kami masih perlu menunggu hasil menyeluruh dari tim forensik,” tandasnya.

Dua kerangka itu diduga Iguh Indah Hayati dan anak laki-lakinya, Elia Imanuel Putra. Keduanya ditemukan Mudjoyo Tjandra, suami Indah dan tetangganya saat hendak mengambil berkas-berkas.*

 

Pos terkait