SATUMEDIA.ID – Partai Hanura mendeklarasikan dukungan pada bakal pasangan calon (Bapaslon) Edi Rusyandi – Unjang Asari (EDUN) untuk Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Sekretariat DPC Hanura KBB, Minggu (8/9/2024).
Deklarasi juga dihadiri Edi Rusyandi dan Unjang Asari, serta Ketua DPD Partai Hanura Jabar Dian Rahadian. Hadir pula pengurus DPD Golkar KBB, DPC PKB KBB, DPC PPP KBB, dan DPC PBB KBB.
Ketua DPC Hanura KBB, Giyanta mengatakan, pilihan mendukung pasangan EDUN berdasarkan berbagai pertimbangan, kajian, dan komunikasi intens dengan partai politik nonparlemen.
“Kami juga sudah melaksanakan rapat pleno yang dihadiri seluruh jajaran pengurus DPC Partai Hanura KBB. Kesimpulannya mendukung 100 persen pasangan EDUN,” kata Giyanta.
Ia menegaskan hasil rapat pleno partai sudah menjadi instruksi partai kepada semua jajaran pengurus dan kader Partai Hanura.
“Semua elemen Partai Hanura harus fatsun. Jika tidak fatsun, pilihannya hanya dua. Mundur dari partai secara terhormat, atau dikeluarkan tidak dengan hormat,” tegasnya.
Ia menegaskan, Hanura tidak mau kekalahan kedua kali. Pertama di Pileg 2024 lalu, maka dari itu pada Pilkada KBB harus menang.
“Kami akan all out memenangkan pasangan EDUN,” tandasnya.
Sementara, Bacabup Edi Rusyandi mengatakan, bergabungnya Hanura menggenapi kekuatan pasangan EDUN yang sebelumnya sudah terbangun koalisi Partai Golkar, PKB, PPP, dan PBB. Menambah energi dan semangat berikhtiar mewujudkan kemenangan di 27 November 2024.
“Sebenarnya antara Hanura dan Golkar masih memiliki aliran genetik yang sama. Inilah yang akhirnya menyatukan kami dalam Pilkada Bandung Barat ini,” tandasnya.
Menurutnya, perjuangan memenangkan Pilkada 2024 tidak selesai dengan deklarasi. Tapi ini menjadi awal memulai tekad bulat.
“Sekarang, KBB tidak sedang baik-baik saja. Banyak persoalan yang melilit, dari mulai tingkat kesejahteraan masyarakatnya sampai perekonomian yang tertinggal dari daerah lain,” tandasnya.
Edi menyebut, dirinya bersama Unjang Asari lahir dari rahim aktivis yang maju di Pilkada untuk mengembalikan KBB sesuai cita-cita dari pejuang pemekaran.
“Sesuai cita-cita para pendiri KBB menciptakan pembangunan lebih merata, keadilan dalam pembangunan, pelayanan lebih mudah dan cepat. Tidak boleh ada kesenjangan antara utara selatan, timur maupun barat,” tukasnya.*





