KBB Raih HUB Award, Kadishub: Sejumlah Pekerjaan Rumah Masih Menunggu Diselesaikan

Kepala Dishub KBB Fauzan Azima.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat meraih penghargaan HUB Award 2024 dari Kementerian Perhubungan pada nominasi sistem transportasi berkelanjutan untuk kategori Kabupaten Raya di JIExpo Kemayoran

Diketahui, Hub Awards terbagi menjadi 2 kategori, yakni Inovasi Integrasi Antar- moda Transportasi serta Sistem Transportasi Berkelanjutan. Masing-masing dikelompokkan lagi menjadi Kabupaten Kecil, Kabupaten Sedang, Kabupaten Besar, dan Kabupaten Raya.

Capaian prestasi itu lantas tak membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berpuas diri. Sikap seperti itu disampaikan Kepala Dishub KBB, Fauzan Azima pada Jumat (20/9/2024).

“Alhamdulillah, Bandung Barat meraih HUB Awards dari Kemenhub untuk nominasi transportasi berkelanjutan yang memberikan pelayanan terbaik,” kata Fauzan.

Ia menyatakan patut disyukuri atas pencapaian tersebut. Namun, Fauzan menyebut tak harus berpuas diri, karena hingga kini masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus diselaikan.

Ia memberikan contoh, penataan lalu lintas di kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang, simpul-simpul kemacetan, hingga persoalan transportasi angkutan umum.

Lebih jauh Fauzan menjelaskan, transportasi berkelanjutan yang hadir melalui Bus Rapid Transit (BRT) fokus pada pelayanan ketepatan waktu.

“Yang dibutuhkan masyarakat ini adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan layanan transportasi yang tepat waktu dan tentunya nyaman,” tandasnya.

Fauzan tak memungkiri pada pelaksanaannya sejumlah kendala masih tetap harus dihadapi, seperti saat berjalan BRT masih terdampak berbagai aktivitas di pinggir jalan.

“Oleh karena itu, kami harus melakukan penataan kembali dari sisi penggunaan jalan dan kondisi lingkungan. Bisa kita lihat penerapan skema lalu lintas masih terganjal dengan kapasitas kawasan yang terbatas,” terangnya.

Menurutnya, perlu ada komunikasi yang komprehensif mulai dari ojek, Organda, parkir hingga simpul-simpul lain agar mereka ikut peran serta dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang lalu lintas.

“Dalam hal ini, kami tidak bisa sendiri tapi semua stakeholder terkait harus duduk bersama. Kami membuat sebuah sistem yang bisa diterima semua lapisan masyarakat dan masyarakat itu juga sebagai penggunanya,” tukasnya.*

 

Pos terkait