SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2025 sebesar sebesar Rp787 miliar lebih.
“Sumber pendapatan selain dari PAD juga pendapatan transfer sebesar Rp 1,85 triliun,” kata Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir usai Rapat Paripurna bersama DPRD KBB, di Grand Hani Hotel, Kecamatan Lembang, pada Kamis (10/10/2024).
Lebih jauh diungkapnya, secara garis besar total APBD KBB di angka Rp2,64 triliun. Dimana untuk belanja besarnyaencapai Rp2,71 triliun sehingga terjadi defisit Rp72,78 miliar.
“Tapi inikan belum menghitung pendapatan dari DAK (Dana Alokasi Khusus) fisik, seperti DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) dan lainnya,” kata Ade Zakir.
Menurutnya, untuk menutupi defisit tahun 2025 dengan mensubtitusi kegiatan atau dirasionalisasi kan, untuk jadi chip plus. Ia mengklaim RAPBD KBB Tahun 2025 imulai membaik dibandingkan dengan tahu sebelumnya yang memiliki beban utang cukup besar.
“Alhamdulillah beban pengeluaran tahun ini di Bulan September, sudah selesai semua. Ke PT SMI Rp285 miliar sudah kita selesaikan. Utang bayar 2023 sebesar Rp157 miliar juga sudah kita lunasi,” tandasnya.
Lebih jauh diungkapnya, bantuan keuangan berupa hibah ke KPU untuk penyelenggaraan Pilkada yang Rp40 miliar dan Bawaslu hampir Rp15 miliar dan pengamanan Pilkada sudah rampung.
“Dengan demikian, tahun depan kita tidak ada beban. Insya Allah APBD KBB 2025 akan semakin sehat,” ucapnya.
Menurutnya, jika APBD KBB mulai menunjukan peningkatan, maka program pembangunan pun bisa berjalan sesuai harapan.
“Program pembangunan tahun 2025, masih fokus ke insfratruktur dan peningkatan ekonomi, pembangunan pelayanan dasar melalui pengembangan sumberdaya manusia dan pembangunan insfratruktur.(Diskominfotik KBB)*





