SATUMEDIA.ID – Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki dua waduk raksasa, yaitu Saguling dan Cirata. Selain memiliki fungsi utama sebagai pembangkit listrik, juga sumber pengairan, dan perairannya dimanfaatkan warga untuk budidaya ikan.
Ribuan warga KBB telah bertahun-tahun menjadi petani atau nelayan kolam jaring apung (KJA). Ternyata usaha para petani ikan tak selamanya berjalan mulus.
Banyak kendala yang mereka hadapi selama ini. Berbagai persoalan itu menarik perhatian calon Wakil Bandung Barat nomor urut 2 Asep Ismail.
Mantan Kepala Kemenag KBB ini berencana akan mengagendakan waktu untuk berdialog dengan para petani ikan kolam apung, khususnya yang berada di sekitar Bongas, Rancapnggung, Batulayang, Budiharja dan Mukapayung. Kelima desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Cililin.
“Insya Allah jika saya mendapat amanah memimpin Bandung Barat akan berupaya memperjuangkan harapan-harapan para petani ikan tersebut,” kata Asep Ismail, Selasa (29/10/2024).
Menurutnya, petani KJA umumnya membutuhkan peralatan untuk mengatasi eceng gondok, subsidi pakan, pelampung serta kuota kolam.
“Budidaya KJA itu merupakan sumber pendapatan ekonomi sebagian masyarakat KBB. Tentunya harus dibantu, juga diberikan pencerahan agar budidaya ini tak sampai menggangu lingkungan,” tandasnya.
Sementara itu, para petani ikan KJA yang berjumlah lebih dari seribu orang berharap nantinya pasangan BERJAMAAH jika terpilih bisa membuat kebijakan yang meringankan beban mereka.
“Yang terpenting, memiliki kepedulian kepada kami para petani KJA. Baik dalam bentuk bantuan, pelatihan sampai pemasaran,” ucap Agus salah seorang petani ikan.*





