SATUMEDIA.ID – Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir dikhawatirkan bisa berdampak terhadap pelaksanaan pencoblosan Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG bahwa puncak musim hujan akan banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2024 di wilayah Indonesia bagian barat dan bulan Januari hingga Februari 2025 untuk wilayah Indonesia timur.
Mengantisipasi tingginya curah hujan, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir mempersilahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB untuk menggunakan ruang kelas dan bangunan milik pemerintah daerah daerah untuk dimanfaatkan sebagai tempat pemungutan suara (TPS).
“Mengingat kondisi cuaca seperti sekarang , dimana setiap hari turun hujan, kami mempersilahkan untuk memanfaatkan ruang kelas yang ada,” kata Ade Zakir, Kamis (21/11/2024).
Menurutnya, pemanfaatan ruangan kelas ataupun ruangan milik pemerintah lainnya untuk dijadikan TPS sebagai langkah antisipasi jika terjadi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang.
“Pemanfaatan ruang kelas atau gedung milik pemerintahan lainnya sudah kami bahas bersama Dinas Pendidikan KBB. Dari beberapa pelaksanaan pemilu sebelumnya juga sudah banyak TPS di ruangan kelas,” sebutnya.
Data dari Dinas Pendidikan KBB, terdapat 704 sekolah dasar (SD) dengan jumlah 5.228 ruangan kelas. Untuk sekolah menengah pertama (SMP) terdapat 205 SMP dengan 2.170 ruangan kelas.
Diketahui total ada 2.562 TPS yang tersebar di 165 desa. Dibandingkan jumlah TPS pada Pemilu Serentak 2024 lalu, mengalami penurunan.
Pada Pemilu Serentak terdapat 5.088 TPS pada Pemilu Serentak, sedangkan 2.562 TPS di Pilkada 2024. Artinya ada penyusutan jumlah TPS sekitar 2.526. Kondisi ini disebabkan adanya penambahan jumlah maksimal daftar pemilih di tiap TPS.
Hujan lebat yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah KBB. Angin kencang, longsor, dan banjir bandang terjadi bersamaan dengan tingginya curah hujan.
Ia mengungkapkan, kejadian bencana angin kencang dan longsor sudah terjadi di pekan lalu. Di Kecamatan Sindangkerta dan Cipongkor terjadi angin kencang, sementara di Cikalongwetan terjadi longsor dan angin kencang. Di Gununghalu terjadi banjir bandang.
“Tentunya ini menjadi peringatan kepada kita. Oleh karenanya, saya ingatkan kepada aparat kewilayahan seperti camat dan kepala desa untuk siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya. (Diskominfotik KBB).**





