MEMPRIHATINKAN! Kasus HIV/AIDS di Cimahi Didominasi Usia Produktif

Ilustrasi orang terjangkit HIV/AIDS.(Pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat sepanjang tahun 2014 ada 46 warga Kota Cimahi yang terjangkit HIV/AIDS.

Ironisnya, pengidap HIV didominasi kalangan usia produktif dan remaja. Dari total 46 kasus baru tersebut , 6 kasus di antaranya berusia 15-19 tahun, 10 kasus berusia 20-24 tahun, dan 26 kasus berusia 25-49 tahun.

“Saya menyadari bahwa penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, lembaga-lembaga terkait, dan sektor swasta,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi.

Menurutnya, semua memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran, menyediakan layanan kesehatan yang memadai, serta mencegah stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Dikatakannya, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan, serta merumuskan langkah-langkah baru yang lebih efektif.

“Kita akan lebih memperkuat kolaborasi antar sektor sehingga setiap langkah yang kiambil membawa dampak positif bagi penurunan angka kasus HIV/AIDS di Cimahi,” tandasnya.

Ia tak memungkiri, penanggulangan AIDS membutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga kesehatan, masyarakat, dan individu.

Oleh karena itu, peran aktif setiap lapisan masyarakat sangat penting untuk mengurangi penyebaran HIV dan memperbaiki kualitas hidup orang yang terinfeksi.

Tak cuma itu, pentingnya pendidikan dan penyuluhan yang berbasis informasi yang benar demi mengurangi angka kesalahan informasi yang beredar di masyarakat.

“Mari kita bersama-sama berupaya mengurangi penyebaran HIV/AIDS, memberi dukungan kepada pengidapnya, serta menghilangkan stigma dan diskriminasi. Saya yakin kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, lebih peduli, lebih inklusif dan wujudkan Kota Cimahi yang bebas dari HIV/AIDS,” tandasnya.

Menurutnya, penanggulangan AIDS adalah upaya untuk mengurangi penyebaran dan dampak HIV sebagai virus penyebab AIDS. Upaya ini melibatkan berbagai langkah yang mencakup pencegahan, pengobatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati menyebut perlunya sosialisasi secara masif untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS di kalangan remaja dan masyarakat umum.

“Bagaimana pun juga masalah HIV/AIDS menjadi fenomena serius di bidang kesehatan. Kita harus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, terutama tentang pencegahan HIV/AIDS, agar tidak semakin meluas,” kata Mulyati.

Tingginya kasus HIV/Aids di Kota Cimahi seolah menjadi fenomena gunung es yang saat ini tengah menjadi tantangan besar bagi Pemkot Cimahi.*

Pos terkait