SATUMEDIA – Program kerja Pemkab Bandung yang dilaksanakan dengan tagline Bedas di bawah kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna dipandang menyentuh sampai lapisan masyarakat bawah.
“Patut kita apresiasi. Saya turut bangga sebagai warga Kabupaten Bandung. Dari mulai Bapak Bupati Bandung, dan seluruh perangkat dinas dan seluruh komponen anak-anak bangsa yang ada di Kabupaten Bandung mampu menunjukkan bahwa setiap punya keinginan didorong dengan ketulusan. Bagaimana membangun suatu daerah itu, dibarengi dengan soliditas, kekompakan yang diperlukan,” tutur Cucun Ketua Fraksi PKB DPR RI DR. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P., Selasa (23/4/2024).
Menurutnya, banyak program-program yang dirasakan masyarakat hingga tingkat bawah. Bagaimana tumbuh kembangnya ada program insentif guru ngaji hampir jumlahnya 17.000 guru ngaji lebih.
“Diberikan insentifnya setiap bulan. Kalau saya lihat, kebetulan saya adalah Ketua Panja Tim Transfer Keuangan Daerah di Badan Anggaran DPR RI. Kita melihat fiskal di setiap daerah itu kadang-kadang mereka untuk melakukan inovasi yang lebih berasa untuk kepentingan masyarakat banyak ini terkendala dengan penerimaan atau resource pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak maksimal,” tuturnya.
Cucun mengatakan Kabupaten Bandung dari PAD Rp 900 miliar di bawah pemerintahan Kang DS (sapaan akrab Dadang Supriatna) mampu naik menjadi Rp 1,2 triliun.
“Ini wujud nyata ada keinginan mengoptimalisasi mengoptimalkan penerimaan daerah, yang sebetulnya banyak potensi yang bisa digali,” ujarnya.
Kemudian juga, kata Cucun, Pemkab Bandung begitu memperhatikan para RT dan RW supaya ada spirit dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai garda pemerintahan terbawah.
“Dengan kenaikan insentif para RT, RW, guru ngaji, Linmas, semua stakeholder yang ikut berkiprah untuk membangun Kabupaten Bandung diprotek dengan jaminan kesehatan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan BPJS Kesehatan,” tuturnya.
“Ini langkah luar biasa yang dilakukan, ada insentif guru ngaji hampir 17.000 guru ngaji, bahkan para pengemudi tukang ojek, kemudian juga RT, RW, Linmas,” imbuhnya.
Dikatakan Cucun, banyak terobosan-terobosan yang diawali dari kebiasaan Bupati Dadang Supriatna yang
turun langsung ke masyarakat.
“Ada sharing pendapat mendengar melalui Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa), ada juga bagaimana membangun desa ini dengan program-program yang dilakukan penguatan-penguatan dari sisi finansialnya. Fiskalnya desa diperkuat, sudah punya Dana Desa. ADPD-nya ditingkatkan, bahkan bantuan keuangan kabupaten yang dari Bupati diperkuat juga,” tuturnya.
“Ini bagian daripada bagaimana supaya ada pertumbuhan ada growth di tingkat bawah di tingkat desa sehingga inflasi bisa terjaga,” sambungnya.*





