Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Padalarang Diperpanjang sampai Nataru

Kondisi lalu lintas di Jalan Panaris depan Stasiun Whoosh Padalarang setelah penerapan uji coba rekayasa lalu lintas. (Dokumen KCIC).**

SATUMEDIA.ID – Pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan perkotaan Padalarang yang awalnya diberlakukan dari 10 hingga 14 Desember 2024 secara resmi diperpanjang.

Perpanjangan uji coba rekayasa lalu lintas diputuskan dalam rapat evaluasi bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalang (Forum LLAJ) Bandung Barat. Pasalnya, masih
belum efektif penerapan uji coba rekayasa lalu lintas di sejumlah persimpangan ruas jalan Padalarang.

“Ada beberapa hal dan masukan yang menjadi pertimbangan kami untuk tidak segara menetapkan rekayasa lalu lintas tersebut. Kami memandang perlu dilakukan perpanjangan uji coba rekayasa lalu lintas lagi,” kata Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir usai rapat evaluasi uji coba rekayasa lalu lintas, Rabu (18/12/2024).

Ade Zakir mengatakan, pihaknya bakal mencoba memperpanjang uji coba rekayasa lalu lintas hingga pada momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

“Sudah saya sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas akan diperpanjang sampai Nataru. Akan tetapi apabila terjadi stagnan dan lain sebagainya harus ada alternatif-alternatif untuk membuka,” tuturnya.

“Di awal kan keluhannya daerah Kota Padalarang lancar tapi dari Cipatat susah masuk,” sambungnya.

Ade Zakir menyebut, ada beberapa hal yang menjadi pembahasan evaluasi, salah satunya berkaitan dengan PKL di sekitar
Pasar Tagog Padalarang . Kemudian di KCIC ternyata belum ada serah terima bangunan, sehingga rekayasa yang ada di internal masih terkendala.

“Belum lagi ada beberapa ruas jalan
yang memang belum dikeraskan sehingga badan jalan jadi kecil, ada juga bekas galian yang harus diratakan,” sebutnya.

Selain itu, Ade Zakir juga mendorong PT KCIC untuk melakukan penataan di internalnya. Bahkan, ada beberapa pemikiran apakah nanti mereka memanfaatkan Gate in (pintu masuk) di sebelah utara, sehingga tidak ada penumpukan kendaraan di kawasan tersebut.

“Atau mungkin perlu dibuat sky bridge dan memanfaatkan lahan yang ada di seberang jalan sehingga tidak ada crossing,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dishub KBB, Fauzan Azima mengakui pada hari pertama dan kedua uji coba rekayasa lalu lintas, muncul persoalan di Simpang Tagog sehingga pihaknya mengubah skemanya seperti semula

“Meski demikian, untuk ruas Jalan Raya Purwakarta tetap diberlakukan dua arah.
Jadi sebenarnya rekayasa ini hanya merubah tiga ruas jalan secara umum, yakni ruas Jalan Purwakarta, Jalan Raya Cihaliwung dan Jalan Raya Gedung Lima yang asalnya satu arah menjadi dua arah,” kata Fauzan.

Tak hanya itu, lanjut Fauzan, ada beberapa ruas jalan yang pihaknya lakukan redesain, yakni di depan underpass Jalan Raya Panaris. Di kawasan itu pihaknya memasang bundaran kecil yang bertujuan untuk menerapkan budaya tertib berlalu lintas.

“Kami sengaja memasang bundaran kecil dengan tujuan untuk membudidayakan tertib berlalulintas, jadi antre masuk ke satu ruas. Apalagi lebar Jalan Panaris dan underpass itu beda jauh,” jelasnya.*

Pos terkait