Perlu Tahu!  16 Titik Rawan Kemacetan Selama Nataru di Kota Bandung 

Foto ilustrasi kemacetan lalu lintas.(Pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang diprediksi bakal banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Pasalnya, berkaca pada pengalaman selama ini, setiap libur panjang terjadi peningkatan kendaraan yang memadati ruas jalanan di Kota Bandung.

Terkait hal tersebut, Dinas Perhubungan
(Dishub) Kota Bandung  telah memetakan 16 titik rawan kemacetan selama periode Nataru.

Untuk itu kita turunkan personel di ruas-ruas jalan tersebut untuk melakukan pengaturan lalu lintas (gatur) akan dilaksanakan mulai 22 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025,” kata Plt. Kepala Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara dalam rilis yang dikutip, Rabu (18/12/2024).

“Untuk itu kita turunkan personel di ruas-ruas jalan tersebut untuk melakukan pengaturan lalu lintas (gatur) akan dilaksanakan mulai 22 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025,” jelasnya.

Selain itu, Dishub bekerja sama dengan pihak kepolisian mendirikan 10 pos pengamanan (Pospam) untuk memastikan pelaksanaan Nataru berjalan aman dan lancar, kesepuluh Pospam tersebut yaitu
Pos Terpadu Cikapayang,Pospam Terminal Ledeng, Pospam Gedung Merdeka, Pospam Simpang Dago, Pospam Gedung Sate, Pospam Yogya Kepatihan, Pospam Gerbang Tol Buah Batu, Pospam Bundaran Cibiru Pospam Derwati, dan Posyan Terminal Cicaheum

Setiap pos pengamanan terbagi ke dalam dua sif: pagi (06.00–14.00 WIB) dan sore (14.00–21.00 WIB), dengan 2 personil Dishub di setiap titik per sif, ditambah personil Satpol PP dan kewilayahan setempat.

Dishub juga melakukan pengawasan di sejumlah objek wisata yang diprediksi ramai pengunjung, seperti Karang Setra, Kebun Binatang , Taman Lalu Lintas, Museum Geologi, dan Masjid Al Jabbar

Selain itu, beberapa fly over akan dijaga ketat dan ditutup secara situasional untuk mencegah penumpukan massa, di antaranya Fly Over Mochtar Kusumaatmadja, Fly Over Pelangi, Fly Over Kopo, dan Fly Over Kiaracondong.

Pengawasan di fly over akan dimulai pada 18.00 hingga 24.00 WIB menjelang malam pergantian tahun, sesuai dengan situasi di lapangan dan kebijakan kepolisian.

Untuk mendukung kelancaran dan pengamanan selama Nataru 2024, Dishub Kota Bandung menurunkan 321 personel.

Asep Kuswara memprediksi lonjakan penumpang pada Nataru tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Dishub, pada Nataru 2023, Terminal Leuwipanjang mengalami peningkatan penumpang sebesar 17 persen, sementara Terminal Cicaheum melonjak 34 persen. Untuk tahun ini, diprediksi jumlah keberangkatan dari Terminal Cicaheum akan kembali naik sekitar 10 persen.

Untuk memastikan kendaraan layak jalan, Asep mengatakan Dishub akan melakukan ramp check pada 18–20 Desember 2024.

“Ramp check bertujuan memastikan persyaratan teknis dan operasional kendaraan agar lalu lintas tetap aman dan tertib selama Nataru,” katanya.

Asep menyebut jumlah armada untuk Nataru di Terminal Leuwipanjang berjumlah 561 unit (248 Bus AKAP, 313 Bus AKDP, masing-masing melayani 8 trayek). Sedangkan di Terminal Cicaheum berjumlah 165 unit (106 Bus AKAP dengan 22 trayek, 59 Bus AKDP dengan 13 trayek).
Ia memprediksi, puncak arus keberangkatan diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Desember 2024 dan Selasa, 31 Desember 2024. Sementara arus balik diperkirakan memuncak pada Rabu–Kamis, 1–2 Januari 2025.

Berikut 16 titik rawan kemacetan selama periode Nataru di Kota Bandung:

1. Jalan Surya Sumantri – Dr. Djunjunan (TL Pasteur)
2. Jalan Sukajadi (PVJ, Pasar)
3. Jalan Setiabudhi (Terminal Ledeng)
4. Jalan Cipaganti – Setiabudhi
5. Jalan Cihampelas – Fly Over Ciwalk
6. Jalan Soekarno-Hatta – Kopo
7. Jalan Tamblong – Asia Afrika – Jalan Braga
8. Jalan Soekarno-Hatta – Mohammad Toha
9. Jalan Soekarno-Hatta – Buahbatu
10. Jalan Soekarno-Hatta – Bundaran Cibiru
11. Jalan Soekarno-Hatta – Kircon (Samsat)
12. Jalan A. Yani (Terminal Cicaheum)
13. Jalan Citra Green / Dago Bengkok
14. Jalan Jajaway
15. Jalan Pusdai – Suci
16. Jalan Cimencrang – Darwati.*

Pos terkait